Breaking News
  • Home
  • News
  • RPJMD Ponorogo Sudah Seusai SDGs

RPJMD Ponorogo Sudah Seusai SDGs

By on July 10, 2018 0 162 Views

TUJUAN Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals yang menjadi kesepakatan negera-negera di dunia ternyata juga telah diakomodir oleh Pemkab Ponorogo. Meski tidak berurutan, setiap misi dalam Rencana Pembangungan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Ponorogo telah memuat tujuan-tujuan dalam SDGs.

Hal ini terungkap saat Rapat Multistakholder untuk pencapaian SDGs di Aula Gedung Bappeda-Litbang Kabupaten Ponorogo, Selasa (10/7/2018). Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Ponorogo Sumarno saat menjadi pembicara memaparkan, dalam RPJMD Kabupaten Ponorogo, 16 dari 17 tujuan dalam SDGs sudah terakomodir. Mulai dari penanggulangan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, peningkatan pendidikan sampai pada penataan pertanian.

“Hampir semuanya ada dalam RPJMD kita. Tujuan-tujuan itu sudah sinergi atua singkron dengan misi-misi dalam RPJMD. Ya kecuali satu, yaitu soal kemaritiman karena kita tidak punya laut,” ungkap Sumarno usai menjadi pembicara.

Dicontohkannya, soal tujuan pertama SDGs yang targetnya mengakhiri segara bentuk kemiskinan, Sumarno menyebut hal ini sudah ada di misi ke-6 RPJMD. Program kerja juga sudah ada dan sudah membuahkan hasil. Di antaranya penurunan angka kemiskinan di Ponorogo. Yaitu dari 11,75 persen di tahun 2016 menjadi 11,39 persen di 2017.

Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Ponorogo Sumarno.

“Targetnya tahun ini angka kemiskinan bisa turun lagi di angka 11 persen dan di 2019 nanti di kisaran 10 persen lebih sedikit saja,” ulasnya sambil menyebut tujuan lain ada di misi-misi RPJMD berikutnya.

Menurutnya, SDGs bukanlah hal yang baru di Pemkab Ponorogo. Sebab selurh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah membuat dan melaksanakan program yang sesuai dengan SDGs. Program kerja bupati yang telah dipaparkan di awal juga telah sesuai dengan SDG’s.

“Bahkan visi misi bupati sama persis dengan SDGs dan alhamdulillah sudah bisa terlaksana dengan lancar,” ucapnya.

Sementara itu pemateri dari Yayasan Kesehatan Perempuan, Tini Hadad, mengatakan, rapat kali ini merupakan upaya untuk mengajak seluruh pihak agar bisa turut terlibat dalam pencapaian SDGs. Termasuk dalam hal ini menggerakkan pemerintah daerah untuk bisa melibatkan seluruh pihak yang sudah berkecimpung dalam isu-isu SDG’s untuk ikut dalam pencapaian SDGs.

“Sehingga pencapaian SDGs bisa sinergi dan sinkron dengan pelaksanaan pembangunan di daerah,” terangnya. Pelibatan banyak pihak atau multistakholder ini tidak hanya saat bertindak namun dimulai dari perencanaan.

Pembicara dari Bappenas Entos Jainul saat memaparkan SDGs di depan peserta rapat multistakeholder SDGs di aula Bappeda Kabupaten Ponorogo, Selasa (10/7/2018).

SDGs merupakan kesepakatan internasional terkait pembangunan manusia dengan tujuan kesejahteraan. SDGs dilaksanakan di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang. Isunya mulai dari kemiskinan, kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, energi dan lain-lainnya. Terdapat 17 tujuan dan 169 target dengan jangka waktu hingga tahun 2030.

SDGs merupakan lanjutan dari MDGs (Millemiun Development Goals) yang dinilai mengalami kegagalan di sebagian kecil tujuan seperti menekan angka kematian ibu melahirkan.

“Berbeda dengan MDGs yang top down, SDGs ini bottom up, melibatkan stakeholder dari perencanaan sampai pelaksanaan pembangunan. Dan seharusnya sinkron dengan model perencanaan pembangunan para pemda yang dimulai dengan musrenbangdes sampai ke musrenbang nasional. Tentu banyak persoalan yang harus diatasi dan harus ada prioritas. Itulah yang harus dipecahkan dengan mendasarkan pada SDGs ini,” pungkasnya. Dalam kegiatan tersbeut, hadir pula pembicara dari Bappenas dan KEmendagri RI. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *