Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Sekda Ponorogo Berangkatkan Relawan SAR Tangguh ke Sulteng

Sekda Ponorogo Berangkatkan Relawan SAR Tangguh ke Sulteng

By on October 5, 2018 0 265 Views

KEPEDULIAN terhadap kondisi akibat bencana di Sulawesi Tengah tak hanya menyentuh hati warga Ponorogo. Kedukaan yang mendalam menggerakkan mereka untuk turut berangkat ke Palu dan Donggala demi membantu evakuasi serta penanganan para korban bencana di lokasi tersebut.

Sekda Kabupaten Ponorogo Agus Pramono (kemeja kuning) saat menemui Tim SAR Tangguh Ponorogo yang empat anggotanya akan berangkat ke Sulteng.

Sekda Kabupaten Ponorogo Agus Pramono (kemeja kuning) saat menemui Tim SAR Tangguh Ponorogo di ruang kerjanya sebelum kemudian melepas keberangkatan mereka ke Sulteng.

Pada Jumat (5/10/2018) pagi, Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono memberangkatkan empat orang anggota tim SAR Tangguh Ponorogo. Sebuah tim pencarian dan penyelamatan bentukan para relawan kemanusiaan yang terdiri dari warga sipil Ponorogo.

“Hari ini kita lepas berangkatkan mereka yang punya kepedulian luar biasa kepada korban bencana di sana (Sulteng). Jangan dilihat dari jumlahnya, sebab mereka ini warga yang murni relawan. Secara spontanitas mereka ingin membantu penanganan bencana,” ungkap Sekda Agus Pramono.

Ketua Tim SAR Tangguh Ponorogo Fendy Sukatmanto mengatakan, mereka berangkat ke Sulawesi karena merasa pernah berhutang budi saat terjadi bencana longsor dahsyat di Banaran, Pulung, 2017 lalu.

“Saat itu yang membantu kita itu relawan dari mana saja. Karena itulah SAR Tangguh ini terbentuk, menjadi salah satu bagian SAR di Ponorogo. Lalu karena kita pernah dibantu oleh entah orang mana saja, maka sekarang kesempatan kita untuk bisa turut membantu saudara-saudara di daerah lain,” ujar Fendy.

Sekda Kabupaten Ponorogo Agus Pramono (kemeja kuning) saat melepas keberangkatan Tim SAR Tangguh Ponorogo ke Sulteng.

Saat ini hanya empat orang yang bergerak menuju Sulawesi. Hal ini karena empat orang inilah yang pernah mengikuti pelatihan dan berpengalaman dalam penanganan bencana untuk ketiga jenis bencana yang terjadi di Palu dan Donggala.

“Kan di sana ada gempa, tsunami dan lumpur bergerak, maka kita berangkatkan mereka yang mampu di situ. Pekerjaan mereka sebagai petani dan pedagang ditinggalkan sementara. Sangu (uang bekal) ya iuran dari kita semua (21 anggota Tim SAR Tangguh). Dan kami dilepas pak Sekda dan ditambahi bekal doa serta sejumlah uang untuk menambahi bekal mereka berempat,” kata Fendy.

Empat anggota tim SAR Tangguh akan bergabung dengan Tim Gerak Bareng Community yang merupakan organisasi sejenis di level nasional. Mereka akan berkumpul di Makassar dan sesegera mungkin bergerak ke titik-titik yang membutuhkan bantuan di Palu dan Donggala. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *