Breaking News
  • Home
  • News
  • September Mulai Dipotong, Zakat PNS Ponorogo Capai Rp10 M

September Mulai Dipotong, Zakat PNS Ponorogo Capai Rp10 M

By on August 7, 2018 0 225 Views

UANG zakat harta para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Ponorogo akan mulai dipotong seluruhnya pada September mendatang. Dari para muzakki abdi negara ini diperkirakan akan terkumpul dana sampai Rp10 miliar lebih.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan, seluruh PNS yang wajib zakat telah menyatakan mau dipotong zakatnya. Pemotongan zakat ini telah dilakukan pada awal Agustus 2018 untuk PNS non-guru. Sedangkan untuk para PNS guru, pemotongan baru dilaksanakan September mendatang.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni

Para PNS guru memang sempat enggan dipotong gajinya untuk zakat ini. Bahkan pada Senin (6/8/2018), sejumlah perwakilan PNS guru sempat menemui Bupati Ipong untuk berkonsultasi.

“Mereka memberi pandangan soal zakat ini. Yang dipertanyakan adalah soal haul dan nisab (batas waktu dimiliki dan batas jumlah minimal). Lalu, beberapa ulama di sini memberikan keterangan dan pelurusan pengertian. Dan mulai September, semua PNS wajib zakat akan dipotong,” jelas Bupati Ipong Selasa (7/8/2018).

Diuraikannya, untuk haul, para ulama mengatakan, harta yang dipotong memang harus diterimakan dulu. Namun para ulama berpendapat, gaji para PNS sebenarnya sudah pasti karena sudah dianggarkan.

“Alasan lain, dipotong di depan itu meringankan. Kalau harus ditunggu satu tahun apa nggak tambah berat? Dan mereka bisa menerima itu,” ungkap Bupati Ipong.

Soal nisab, para guru memberikan pandangan bahwa harta yang dipotong adalah yang sudah dipotong operasional. Atau juga dipotong hutang. Artinya pendapatan bersih.

Tapi ulama yang turut menemui para guru ini meluruskan pendapat ini. “Jadi diluruskan. Bahwa zakat itu dipotong dari pendapatan bruto atau pendapatan kotor,” jelasnya.

Dengan demikian, meski ada cicilan rumah, cicilan barang elektronik atau kredit modal usaha, maka harta itu tetap dihitung secara bruto. “Sebab dengan cicilan, harta itu kan hanya berubah bentuk. Ada yang jadi rumah untuk tinggal, ada yang jadi modal untuk berusaha kembali. Semua kan kembali untuk diri sendiri. Hutang tidak memengaruhi kewajiban berzakat,” ulas Bupati Ipong.

Untuk batas minimal, PNS yang wajib zakat adalah yang pendapatannya Rp3,275 juta per bulan. Besarannya 2,5 persen. Yang kurang dari itu tidak akan dipotong karena belum sampai nisabnya. Total zakat dari PNS wajib zakat di Ponorogo selama satu tahun diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

Zakat ini akan dikelola oleh Baznas Ponorogo. Dari delapan golongan warga yang berhak menerima zakat. Zakat dari PNS Ponorogo akan disalurkankepada tiga golongan penerima saja. Yaitu fakir, miskin dan fissabilillah atau pendakwah di jalan Allah.

“Tapi ya yang di Ponorogo lah. Kalau amil sudah menyatakan tidak akan mengambil haknya,” pungkas Bupati Ipong. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *