Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Sertifikat Sudah di Tangan Warga, Pemerintah Siap Fasilitasi Usaha Warga

Sertifikat Sudah di Tangan Warga, Pemerintah Siap Fasilitasi Usaha Warga

By on July 18, 2018 0 371 Views

SERTIFIKAT rumah dan tanah untuk relokasi hunian warga terdampak pembangunan Waduk Bendo yang sudah di tangan para pemiliknya diharapkan bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Termasuk di antaranya sebagai ‘alat’ untuk memulai usaha di sekitar Waduk Bendo yang bakal jadi lokasi wisata baru di Ponorogo.

“Kita berharap warga bisa memanfaatkan sertifikat ini sebaik-baiknya. Yang jelas merupakan bukti kepemilikan yang sah untuk rumah dan tanahnya. Yang lainnya, sertifikat tanah ini bisa menjadi agunan (jaminan) kalau warga mengajukan kredit usaha ke pihak bank atau lembaga keuangan lainnya,” ungkap Camat Sawoo Jaka Wardaya, Rabu (18/07/2018).

Salah satu dari 30 warga yang menerima sertifikat saat menandatangani serah terima sertifikat dan juga menandatangani sertifikat atas namanya, Selasa (17/7/2018)

Menurut Jaka, saat ini masyarakat di sekitar Waduk Bendo, khususnya warga terdampak pembangunan waduk, memiliki peluang yang besar untuk memulai usaha. Jenisnya antara lain usaha kuliner, permainan atau jasa penginapan semacam home stay dan usaha-usaha lainnya.

Menurutnya, Waduk Bendo akan menjadi tujuan wisata baru bagi warga Ponorogo maupun luar Ponorogo. Sehingga berbagai usaha yang berhubungan dengan pariwisata bisa dibuka. Dengan begitu, warga terdampak pembangunan adalah yang paling dekat dengan lokasi yang bakal menjadi keramaian baru dan entitas ekonomi baru di Ponorogo.

“Nah, untuk memulai usaha itu butuh modal. Kalau memang mau kredit, sertifikat bisa diagunkan dan kita siap memfasilitasi. Intinya, kita siap membantu seperti kelengkapan berkas, memberikan keterangan atau bentuk-bentuk bantuan yang lain,” ungkap Jaka Wardaya.

Priyanti (baju merah berjilbab), salah satu warga terdampak pembangunan Waduk Bendo saat menandatangani berkas serah terima sertifikat tanah dan rumahnya di kawasan Bendo Rejo, Selasa (17/7/2018) kemarin.

Priyanti, salah satu warga yang menerima sertifikat pada Selasa (17/7/2018) kemarin mengaku, saat ini ia belum berpikir untuk memperbesar usaha warung kelontong kecil yang dibukanya saat pindah ke rumah baru di area relokasi. Di wilayah yang kini disebut Bendo Rejo ini, ia masih akan menekuni warung yang dirintis dengan modal dari suaminya yang kini merantau di Menado.

“Saya sih sudah buka warung. Tapi kalau mau mbesarkan ya nanti dulu ah. Kalau sertifitikat ya saya simpan dulu saja ah. Masih sueneng dan sayang kalau harus ‘sekolah’ (istilah untuk digadaikan atau diagunkan untuk mendapatkan kredit dari lembaga keuangan,” ujar Priyanti.

Pada Selasa (17/7/2018) kemarin, sebanyak 30 sertifikat untuk warga terdampak pembangunan Waduk Bendo sudah diserahkan kepada warga yang berhak. Ke-30 sertifikat yang diserahkan di Balai Desa Ngindeng ini adalah sertifikat untuk tanah seluas 200 meter persegi yang di atasnya berdiri rumah seluas 49 meter persegi. Terdapat 89 warga yang direlokasi oleh pemerintah untuk pembangunan proyek ini. Relokasinya berada di sekitar 1-2 km dari tanah kelahiran warga tersebut.

Sebanyak 59 sertifikat telah diserahkan kepada warga yang berhak pada 5 Juli 2018 lalu. Penyerahannya dilakukan oleh Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno. Pensertifikatan ke-89 surat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program PTSL atau Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sehingga bisa cepat selesai.

Waduk Bendo dibangun di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo. Berada di kawasan seluas 200 hektare lebih dan direncanakan mengairi irigasi untuk sawah seluas 7.800 hektare, suplai air baku, pengendali banjir hingga pembangkit listrik berkekuatan 4 MW. Warga di lokasi proyek telah dipindahkan ke lokasi lain di Desa yang sama sekitar 1-2 km sebelah selatan lokasi waduk. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *