Breaking News
  • Home
  • News
  • Serunya Campursarian dan Guyon Maton di Taman Kelono Sewandono

Serunya Campursarian dan Guyon Maton di Taman Kelono Sewandono

By on October 28, 2018 0 127 Views

HIBURAN untuk masyarakat memang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya. Tak pelak, saat digelar di Taman Kota yang punya nama baru Taman Kelonosewandono, hiburan yang dihadirkan mendapatkan antusiasme warga.

Seperti terlihat saat Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo menggelar Pentas Musik Campursari di taman yang berlokasi di Jalan Pramuka pada Minggu (28/10/2018). Warga yang datang untuk menikmati taman yang semakin segar pemandangannya tampak begitu terhibur menyaksikan para biduan yang melantunkan lagu-lagu campursari atau pun lagu dangdut dan pop yang digarap secara campursari.

Meski tidak banyak warga yang bergoyang di bawah panggung seperti konser-konser orkes melayu pada umumnya, namun banyak warga yang turut bertepuk-tepuk atau sekadar menggoyangkan kepalanya pelan mengikuti irama yang disajikan grup Samudra Budaya.

Warga juga tampak tersenyum lebar dan tak jarang tertawa lebar saat pembawa acara guyon maton, Cak Komir dan Lusi Brahman mulai tampail di atas panggung. Sejumlah pesan dalam balutan canda dihadirkan untuk para pengunjung taman yang mungkin baru saja menikmati pagi hari di arena Car Free Day Jalan Suromenggolo alias jalan baru.

Cak Komir dengan kekonyolannya dan Lusi Brahman dengan multi karakternya mampu menghidupkan panggung yang ukurannya tak lebih dari 6 x 5 meter. Mulai dari informasi tentang Taman Kelono Sewandono yang terus dipercantik, repotnya menjadi suami yang ditinggal istri sebagai TKW sampai pesan-pesan agar selalu memanfaatkan taman dengan baik dan menjauhi berbuat yang tidak senonoh di tempat umum seprti Taman Kelono Sewandono.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo Lilik Slamet Rahardjo mengatakan, hiburan rakyat semacam pentas campursari akan dijadikan agenda tetap bulanan di Taman Kelono Sewandono hingga akhir tahun. Tujuannya adalah memberikan hiburan sebagai salah satu daya tarik wisata di taman sebagai tujuan rekreasi di tengah kota.

“Kita perbanyak kegiatan di taman ini sehingga mereka yang ingin berwisata dengan biaya murah punya pilihan, yaitu di sini, di Taman Kelono Sewandono,” ujar Lilik.

Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo Lilik Slamet Rahardjo saat memberikan sambutan sebelum pentas digelar.

 

Bukan hanya pentas campursari yang bisa dilaksanakan di taman kota yang rimbun dan sejuk tersebut. Lilik menyebut, pameran kuliner, festival kopi atau musik lain yang memungkinkan digelar di lokasi yang terbatas bisa saja diselenggarakan.

“Warga yang ingin mengisi acara juga bisa. Misalnya sekolah-sekolah atau instansi. Yang penting mengajukan kegiatan itu ke kita,” ungkapnya.

Taman Kota, lanjut Lilik, bisa menjadi lokasi alternatif pelaksanaan kegiatan selain di Aloon-Aloon Ponorogo. Dengan begitu, keramaian di Ponorogo bisa semakin tersebar dan tidak hanya terpusat di satu tempat. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *