Breaking News
  • Home
  • News
  • Serunya Chatting Offline Pegiat Medsos

Serunya Chatting Offline Pegiat Medsos

By on July 29, 2018 0 338 Views

MEDSOS alias media sosial yang penggunaannya kadang ‘kebablasan’ bisa membuat pemilik akun harus berurusan dengan hukum. Karenanya, bijak dalam bermedsos merupakan pilihan untuk membuat sarana pertemanan ini optimal dan mendukung kehidupan sehari-hari.

Hal ini terungkap dalam diskusi fokus grup yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfo) Kabupaten Ponorogo di Warkop Wakoka, Jalan Menur, Ponorogo, Sabtu (28/7/2018) malam.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo bersama Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ponorogo dan Humas Polres Ponorogo

Sejumlah narasumber dihadirkan untuk mengulas tuntas berbagai persoalan yang muncul seputar penggunaan saluran komunikasi satu ini. Mulai dari Sie Penerangan Kodim 0802 Sertu Pamuji, Sie Humas Polres Ponorogo Aiptu Dicky Affrianto, Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Darmawan, Dekan Fakultas Tehnik UM Ponorogo Aliyadi dan Kepala Dinas Kominfo Najib Susilo.

Sedangkan pegiat medsos yang hadir diantaranya adalah pengelola grup facebook ICWP, anggota Dewan Kesenian Ponorogo, pengelola Setenpo, Himaka UM Ponorogo, pengelola Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan pegiat media film Manual Production.

Diskusi yang dihadiri para pegiat medsos di Ponorogo ini pun menjadi ajang chatting offline sebab selama ini mereka hanya bertemu di dunia maya alias secara online. Sejumlah persoalan mengemuka, di antaranya tentang maraknya ujaran kebencian, pornografi, berita bohong atau hoax dan sisi hukum penggunaan media sosial.

Meski sempat ‘agak dingin’ di awal acara, ternyata obrolan para pegiat medsos dengan berbagai persoalannya menjadi seru saat satu demi satu persoalan diutarakan dan ditanggapi langsung oleh narasumber di masing-masing bidang. Sebab, ternyata banyak hal yang tidak diketahui atau tidak disadari oleh para pengguna medsos.

Misalnya saat AKP Rudi menanggapi soal sisi hukum bermedsos dan kebisaan ‘share’ tanpa mengecek kebenaran sumbernya. Diterangkannya, sejumlah aturan hukum adalah rambu yang jelas dalam menggunakan media sosial yang berbasis internet. Salah satuya adalah UU ITE atau UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008.

“Tapi memang kadang ada yang menggunakan medsos untuk tujuan tertentu. Misal menyebar hoax yang akhirnya meresahkan warga untuk kepentingan pribadi atua golongan. Kalau memang seperti itu, bisa kok dilaporkan ke polisi, lewat medsos juga, dan bisa diproses. Sebab kita semua kan ingin suasana kondusif,” kata AKP Rudi yang juga menyebut bahwa medsos juga bisa membantu polisi mengungkap adanya tindak kriminal.

Sedangkan Sertu Pamuji mengingatkan bahwa pengguna medsos memang harus selalu berhati-hati. Dalam banyak kasus di negara-negara lain, medsos lah yang menjadi alat adu domba antarwarga dan menyulut perang saudara tak berkesudahan sampai saat ini.

“Jadi, jangan sampai kita yang hidup di negara yang kekayaan alamnya luar biasa dan memiliki cadangan energi nabati dan energi terbarukan yang banyak, tapi justru lemah karena terpecah oleh diri kita sendiri,” sambil mengingatkan adanya perang proxy (bukan perang fisik) di dunia internasional.

Kepala Dinas Kominfo Ponorogo Najib Susilo menyatakan, forum temu muka atau chatting secara offline perlu terus digelar. Hal ini agar penggunaan media sosial bisa maksimal dan membawa manfaat bagi masyarakat dan terhindar dari pemakaian medsos yang ‘berbahaya’.

“Semua pihak, terutama pegiat medsos, bisa saling mengingatkan soal aturan main bermedsos. Ya agar bermedsos itu maksimal manfaatnya,” ungkap Najib. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *