Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Server Berfungsi, Layanan Dukcapil Lancar Lagi

Server Berfungsi, Layanan Dukcapil Lancar Lagi

By on May 25, 2018 0 434 Views

AKHIRNYA Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ponorogo kembali bisa menggelar layanan administrasi kependudukan (adminduk). Ini setelah komputer server baru yang menjadi cadangan berhasil mengamankan seluruh database kependudukan akibat komputer server utama yang error pada Senin (21/5/2018).

“Mulai Kamis (24/5/2018) server baru sudah berhasil dioperasikan menggantikan server utama yang rusak. Jumat (25/5/2018) pagi sudah bisa melayani semua berkas adminduk. Sudah ratusan warga mencetak KTP-el. Semuanya sudah lanca. Juga yangbdi kecamatanr,” ungkap Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Ponorogo Vifson Suisno, Jumat (25/5/2018) di kantornya.

Vifson menyatakan, memang butuh waktu hingga lebih dari 20 jam untuk melakukan backup data untuk seluruh database kependudukan di Ponorogo. Terdapat sekitat 2,5 terrabyte data digital yang bisa dicopy dan tetap sinkron dengan data di pusat.

Vifson menyatakan belum mengetahui kerusakan yang terjadi. Yang jelas saat itu seluruh komputer layanan administrasi kependudukan tiba-tiba hang dan tidak dapat dioperasikan.

Layanan di Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Ponorogo telah pulih setelah server cadangan berhasil dioperasikan dan melakukan backup data pada database kependudukan di Ponorogo.

“Ada komponen pembagi kerja komputer dan koneksi server lokal ke server pusat yang rusak. Karena tidak mau ada kerusakan data, maka kami putuskan mengirim server ke Surabaya (tempat penyedia) untuk diperbaiki. Data juga idah aman,” terang Vifson.

Karena server lokal Ponorogo sedang ‘dirawat inap’ di Surabaya, kata Vifson, maka layanan 23 jenis berkas adminduk untuk sementara dihentikan. Dinas Dukcapil berupaya untuk melakukan pemulihan dengan server cadangan sehingga pada Jumat (25/5/2018) sudah bisa melakukan pelayanan.

Pengelola SIAK Dinas Dukcapil Ponorogo Anwar Taufiq mengatakan, penggunaan server cadangan yersebut adalah alternatif karena server yang utama tidak bisa segera dipulihkan.

Anwar menyatakan, kerusakan seperti ini baru pertama kali terjadi. Penyebabnya pun masih terus dicari. Bisa jadi faktor kelistrikan, atau faktor lain. “Kita di sini belum menemukan penyebab. Karena yang rusak hardware maka kami tidak berani coba-coba. Maka kita serahkan ke penyedia perangkat karena mereka yang lebih memahami. Intinya ada ‘otak data’ yang error dan itu yang berusaha disembuhkan,” ungkapnya. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *