Breaking News
  • Home
  • News
  • Server Dukcapil Rusak, Data Aman Tapi Layanan Henti Sementara

Server Dukcapil Rusak, Data Aman Tapi Layanan Henti Sementara

By on May 22, 2018 0 233 Views

KOMPONEN rate controller pada komputer server di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ponorogo mengalami kerusakan pada Senin (21/5/2018) siang. Meski demikian, seluruh data kependudukan yang sudah terekam tidak hilang namun sejak Selasa (22/5/2018) layanan administrasi kependudukan dihentikan sementara sampai kondisi bisa dipulihkan.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Ponorogo Vifson Suisno mengatakan, kerusakan terjadi pada Senin. Seluruh komputer layanan administrasi kependudukan tiba-tiba hang dan tidak dapat dioperasikan.

“Maka konsultan komputer langsung dikerahkan, tapi belum bisa mengatasi. Ada komponen pembagi kerja komputer dan koneksi server lokal ke server pusat yang rusak. Karena tidak mau ada kerusakan data, maka kami putuskan mengirim server ke Surabaya (tempat penyedia) untuk diperbaiki. Data yang ada di-back up (dibuat cadangan) dan datanya aman kecuali yang tanggal 21 Mei karena belum terkirim seluruhnya ke server pusat,” terang Vifson, Selasa (22/5/2018).

Karena server lokal Ponorogo sedang ‘dirawat inap’ di Surabaya, kata Vifson, maka layanan 23 jenis berkas adminduk untuk sementara dihentikan. Dinas Dukcapil berupaya untuk melakukan pemulihan dengan server cadangan sehingga pada Jumat (25/5/2018) sudah bisa melakukan pelayanan.

Petugas dinas Dukcapil Ponorogo memperlihatkan rak komputer server yang kosong karena dibawa ke SUrabaya untk perbaikan.

“Nah, nantinya untuk sekitar 300 sampai 1.500 warga yang melakukan permohonan layanan adminduk dan datanya ternyata tidak bisa ter-back up, maka kita akan lakukan pemanggilan untuk tindakan ulang (perekaman atau yang lainnya). Semua pihak harap maklum karena ini kerusakan pada alat, bukan SDM,” ungkap Vifson.

Pengelola SIAK Dinas Dukcapil Ponorogo Anwar Taufiq mengatakan, penggunaan server cadangan adalah alternatif bila server yang sekarang error tersebut tidak bisa segera dipulihkan. “Kalau ternyata selesai, ya segera kembali seperti biasa,” ujarnya.

Anwar menyatakan, kerusakan seperti ini baru pertama kali terjadi. Penyebabnya pun masih terus dicari. Bisa jadi faktor kelistrikan, atau faktor lain. “Kita di sini belum menemukan penyebab. Karena yang rusak hardware maka kami tidak berani coba-coba. Maka kita serahkan ke penyedia perangkat karena mereka yang lebih memahami. Intinya ada ‘otak data’ yang error dan itu yang berusaha disembuhkan,” ungkapnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *