Breaking News
  • Home
  • News
  • Tanah Retak Gembes, Warga Diminta Tenang Namun Waspada

Tanah Retak Gembes, Warga Diminta Tenang Namun Waspada

By on March 12, 2018 0 15 Views

Belasan warga mengungsi di rumah Ketua RT 19 RW 02 Dukuh Gembes, Desa/Kecamatan Slahung pada Minggu (11/3/2018) (atas). Personel Babinsa dan Babinkabtimas dan Kepala Desa mendatangi lokasi kejadian tanah retak di RT 19 RW 02 di Dukuh Gembes, Desa/Kecamatan Slahung.(bawah,foto: BPBD Kab. Ponorogo)

 

WARGA Dukuh Gembes, Desa/Kecamatan Slahung diminta tetap tenang namun waspada menghadapi kondisi terkini tanah retak yang terjadi di wilayah mereka. Warga telah diperbolehkan kembali ke rumahnya untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Basori mengatakan, saat ini kondisi retakan di lokasi bencana terpantau stabil. Belum ada gerakan berarti yang membahayakan masyarakat. Meski begitu, warga tetap diminta waspada dengan berbagai kemungkinan yang ada.

“Kalau saat ini kondisi aman. Tapi kalau malam atau hujan deras kita minta untuk berada di lokasi yang aman. Beberapa titik sudah disediakan dan logistik seperti makanan instan, selimut dan sebagainya sudah disediakan,” ungkap Basori, Senin (12/3/2018).

Ditambahkannya, sebanyak empat personel dari BPBD dan TNI dari jajaran Kodim 0802/Ponorogo disiagakan untuk mendampingi warga di sekitar lokasi.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Ponorogo Setyo Budiono menambahkan, akibat hujan pada Minggu (11/3/2018) memang ada pergerakan meski dalam skala kecil. Warga tetap diminta tenang namun tetap waspada dengan kondisi yang ada.

“Tetap waspada, itu yang kita minta ke warga. Terutama saat hujan, kita minta warga segera mencari tempat yang aman,” ujar Budi.

Tanah retak tersebut terjadi di RT 19 RW 02 di Dukuh Gembes, Desa/Kecamatan  Slahung. Retak terjadi dengan lebar 20 cm dan panjang 1 km. Kondisi tersebut berdampak terhadap 53 KK dengan 180 jiwa. Rata-rata lantai dan dinding mengalami retak dengan lebar sekitar 3 cm. Pada Minggu malam  lalu sejumlah warga sempat mengungsi di rumah Jakun, ketua setempat. Akibat kejadian ini, diperkirakan muncul kerugian material senilai Rp50 juta.

(kominfo/dist)

  News