Breaking News

Tari Kang Potro Simbul Gotong-Royong

By on December 5, 2017 0 106 Views

Terinspirasi dari kehidupan masyarakat bawah yang sarat dengan nilai gotong royong, pada tahun 2003 tari Kang Potro diciptakan oleh Shodiq. P.W., S.Sn. Dalam penciptaannya Shodiq mengambil gerak-gerakan tari tradisi yang berkembang di Ponorogo, pun begitu dalam iringan musiknya. Dominasi khas iringan reyog menjadi lebih jelas dan kental bahwa tari ini dari Ponorogo.

Pemilihan nama Potro, menjadi sosok abdi dari Bujang Ganong, adalah wujud masyarakat bawah, karena menurut Shodiq Ponorogo kental gotong-royong ada pada masyarakat bawah.

“Banyak nama tokoh abdi cilik dalam tari topeng yang menceritakan masyarakat bawah. Ada Penthol Tembem dan Potro Tholo,” jelasnya.

Maka tak heran tari baru Kang Potro dalam mewakili karya tari di Provinsi Jawa Timur bisa menyabet menjadi Penata Tari Terbaik dan Penyaji Terbaik.
Sedang pada pentas Even di TMII Jakarta bisa mewakili Jawa Timur dalam Parade Tari Nusantara. Di Event ini Kang Potro terpilih sebagai Penata Tari Terbaik dan Penyaji Unggulan.

Di tahun 2004 Kang Potro di pentaskan di Jawa Timur dalam rangka HUT RI di Grahadi, selain sebagai sajian pentas dalam pembukaan Event Festival Reyog Nasional.

Agar karya tari menjadi mudah untuk dipelajari anak-anak dalam geraknya, Kang Potro disederhanakan tata geraknya. Sehingga anak-anak TK bisa mengikuti gerakan tersebut. Di tahun 2007 Tari Kang Potro menjadi tari massal diikuti oleh 10 ribu penari anak-anak dan mendapatkan Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Sedang tahun 2008 Tari Kang Potro yang telah diubah namanya menjadi Si Potro diikuti oleh 12 ribu penari anak anak TK se Kabupaten Ponorogo.