Breaking News
  • Home
  • Umum
  • Tekuni Jamur Untuk Pertahankan Ekonomi

Tekuni Jamur Untuk Pertahankan Ekonomi

By on December 10, 2017 0 3 Views

Sambit- Di dalam ruangan yang agak gelap dengan nuansa yang teduh jamur akan tubuh subur. Karena banyak cadangan air. Begitulah yang dijadikan ruang untuk tumbuh jamur tiram. Jamur yang dikembangkan dari bakterinya dengan media tumbuh limbah bekas penggergajian.

Sunyono, Dkh. Glagahan Desa Maguwan Kecamatan Sambit Ponorogo, menekuni bisnis jamur ini sudah puluhan tahun. Seingatnya semenjak dirinya pulang dari Malaysia dan memutuskan untuk usaha dirumah. Tekat tersebut ia putuskan, karena dia beranggapan kalau pulang dan kembali kerja ke luar negeri, sama halnya dengan tidak memperoleh apa apa.

“Kalau uang bisa, tapi kebahagiaan bersama keluarga adalah kosong. Padahal orang hidup tidak hanya butuh uang,” ujar Nyono, panggilan akrab Sunyono.
Pada mulanya ia bertanam jamur untuk konsumsi sendiri. Kemudian ia kembangkan bakterinya dan menjadi lebih banyak. Sehingga para tetangga membutuhkan. Pada panen selanjutnya bakteri ia kembangkan lebih banyak.

Sunyono memilih jamur kayu dengan warna putih kecoklatan. Hampir mirip jamur barat. Menurutnya, jamur jenis ini digemari banyak orang. Sedangkan media yang dipilih dari limbah penggergajian. Media tersebut ia datangkan dari para pengusaha gergajian.
“Saya ambil limbah dari Kadipaten, dari Siman dan kadang dari luar kota,” ujarnya.

Sedangkan untuk membuat media ia tangani sendiri dengan istrinya. Dengan cara, awalnya ia jemur limbah gergajian. Penjemuran ini membutuhkan waktu 1 hari bila matahari cerah. Namun bisa juga memakan waktu 2 hari. Kemudian limbah gergajian itu dimasukkan ke kantong plastik setelah dicampur dengan bakteri jamur dan disiram dengan air melalui selang. Setelah itu ditata rapi di atas rak ruang jamur. Yang kemudian disirami tiap pagi dan sore. Setelah 2 minggu akan tumbuh bibit bibit jamur.

Jamur mulai siap panen usia 30 – 40 hari. Jamur tanaman Sunyono ini penjualan langsung pada konsumen. Ia bawa ke Pasar Sawoo dan Taman sari. Hasil dari jualan jamur, menurut Sunyono cukup lumayan.
“Minimal bisa mempertahankan ekonomi keluarga”, jelasnya.

  Umum