Breaking News
  • Home
  • News
  • Tepian Jalan-Jalan di Ponorogo Ditanami Tabebuia

Tepian Jalan-Jalan di Ponorogo Ditanami Tabebuia

By on November 29, 2018 0 211 Views

BUNGA tabebuia chrysanta atau sakura kuning akan menjadi hiasan indah di tepian jalan-jalan di Ponorogo. Sebab, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ponorogo sudah menanamnya di ruas-ruas yang harus dipeliharanya.

Dinas PU Ponorogo menanam pohon tabebuia chrysanta atau sakura kuning di sejumlah ruas jalan yang diperliharanya, Jumat (30/11/2018). Hal ini dilakukan untuk mengganti tanaman tua yang sudah dipotong dan sebagai vegetasi yang akan menjadi paru-paru lingkungan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ponorogo Jamus Kunto menyatakan, penanaman sakura kuning ini bersamaan dengan pohon glodokan. Keduanya ditanam di tepi jalan-jalan yang harus dipelihara oleh Dinas PU setempat di lima UPTD PU.

“Ada 1.200 batang benih pohon glodokan dan sakuran kuning yang kita tanam serentak pada hari ini. Kita tanam di wilayah UPTD Pulung, Babadan, Sumoroto, Karangan Balong dan Sambit,” ungkap Jamus Kunto, Jumat (30/11/2018).

Jamue menyatakan, mungkin baru dua tahun ke depan akan terlihat pemandangan penuh bunga tepian jalan di Ponorogo. Yaitu saat bunga-bunga sakura kuning itu bermunculan.

Namun Jamus menyatakan pemilihan sakura kuning atau tabebuia tersebut bukan karena ada pengaruh dari bunga-bunga tabebuia warna-warni di Surabaya yang fotonya viral di media sosial akhir-akhir ini. Sebab, penanaman ini sudah direncanakan lama atau sebelum adanya virus digital tersebut.

“Kenapa jenisnya itu? Ya karena bibit yang tersedia adalah dua jenis tanaman itu,” ujarnya.

Penanaman pohon-pohon tersebut adalah program penghijauan karena telah dilakukan pemotongan terhadap pohon-pohon besar yang ada. Penggantinya dipilih tanaman yang tidak disukai oleh hewan ternak. Harapannya, ternak yang mungkin berkeliaran di jalan tidak memakan daun-daun pohon tersebut sehingga bisa tumbuh besar dan tidak dipotong oleh warga untuk dijadikan pakan ternak.

“Tujuan utamanya adalah untuk melengkapi jalan dengan vegetasi karena yang ada sudah dipotong karena berusia tua. Pohon besar banyak yang dipotong karena saat terjadi hujan disertai angin bisa menjadi ancaman bahaya. Vegetasi ini juga menjadi paru-paru dari lingkungan kita ini,” pungkasnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *