Breaking News
  • Home
  • News
  • Terkait Layanan Rujukan Online, Ini Kata Dirut RSUD Hardjono

Terkait Layanan Rujukan Online, Ini Kata Dirut RSUD Hardjono

By on August 30, 2018 0 248 Views

Uji coba terkait layanan rujukan online masih terdapat kekurangan, pasalnya pasca diterapkannya per 15 Agustus di Ponorogo menyulitkan pasien. Karena pasien tidak bisa memilih rumah sakit mana yang akan ia tuju atau rumah sakit mana yang ia rutin berobat.

Sejatinya layanan rujukan online tersebut banyak membantu warga dan penyedia layanan kesehatan. Melalui fasilitas kesehatan (faskes) pertama, pasien sudah langsung mendapatkan nomor rujukan tanpa mengantre di rumah sakit. Dalam hal ini faskes pertama merupakan puskesmas, dan dokter rumahan.Meskipun layanan rujukan online tersebut hadir sebagai solusi. Nyatanya layanan tersebut secara otomatis memilih rumah sakit yang dekat dengan tempat tinggal pasien. Batas maksimal, rumah sakit dalam radius 15 kilometer menjadi prioritas utama bagi pasien.

Ungkap Dr. Made Jeren, Direktur RSUD Hardjono Ponorogo mengungkapkan hal ini pertama kali layanan rujukan online tidak ada masalah. Hanya saja beberapa hari terakhir ini layanan tersebut diberlakukan rumah sakit yang dipilih berdasarkan radius 15 kilometer dari tempat tinggal pasien.”Poin penting bagi kami yaitu tetap mengikuti aturan dan kebijakan yang ada. Pada intinya pasien rujukan semuanya tetap mendapatkan layanan. Selama ini kami tidak ada kendala dalam hal pelayanan,” ungkapnya, Kamis (30/8).

Dirinya mengungkapkan sistem tersebut masih dalam tahap uji coba, walaupun pihaknya belum mengetahui hingga kapan tahap uji coba itu berlangsung. “Nah mumpung masih dalam tahap uji coba, sebaiknya segala kendala yang ada dapat menjadi perbaikan agar sistem tersebut dapat berjalan secara optimal,” imbuhnya.

Made berharap segala aturan yang diterapkan tidak merugikan siapapun. Baik itu pasien, pihak rumah sakit ataupun BPJS Kesehatan sendiri. “Mungkin ini perlu dievaluasi kalau memang ada pihak yang dirugikan, dalam hal ini pasien,” pungkasnya. (Kominfo/fdl)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *