Breaking News
  • Home
  • News
  • Tes CPNS Berbasis Komputer, Sekda : Tak Perlu ke Sana Sini

Tes CPNS Berbasis Komputer, Sekda : Tak Perlu ke Sana Sini

By on September 18, 2018 0 1255 Views

PENERIMAAN Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 adalah harapan bagi sebagian masyarakat untuk mendapatkan mengabdikan dirinya kepada negara dan masyarakat. Persaingan untuk mendapatkan kursi ini pun kini semakin fair sebab akan menggunakan ujian berbasis komputer yang disebut Computer Assisted Test atau disingkat CAT.

Sekda Kabupaten Ponorogo Agus Pramono (foto:dok.kominfo)

Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono menerangkan, pada proses seleksi CPNS kali ini seluruh pelamar yang mendapatkan panggilan ujian akan melalui tes dengan komputer dan bukan menghadapi soal yang berada di lembaran kertas. Dengan ujian yang disebut CAT ini maka hasil atau nilai ujian akan muncul sesaat setelah ujian dilaksanakan.

“Masyarakat harus tahu bahwa sekarang ini penerimaan CPNS sudah tidak seperti dulu. Sekarang pakai CAT. Begitu tombol jawaban pada soal terakhir dipencet, maka sebentar kemudian sudah keluar nilai. Jadi tidak perlu ke sana sini (mencari koneksi, kenalan atau pejabat agar diterima) karena jelas tidak bisa, tidak mungkin,” ujarnya, Selasa (18/9/3018).

Sekdakab Agus Pramono memastikan, bahwa dengan CAT maka proses penerimaan CPNS akan lebih transparan. Diperkirakan akan ada 10 ribu sampai 14 ribu pendaftar untuk mengisi 356 formasi CPNS yang dibuka untuk Kabupaten Ponorogo. Pengumuman pendaftaran peserta seleksi penerimaan CPNS Ponorogo 2018 akan dilaksanakan pada 24 September 2018 meski sejumlah kabar menyebut pembukaan pendaftaran dilaksanakan 19 September mendatang.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Ponorogo Winarko Arief mengatakan, dari 356 formasi yang dibuka, sebanyak 5 persennya adalah untuk para lulusan perguruan tinggi yang predikatnya cumlaude atau nilai Indeks Prestasi Kumulatifnya adalah lebih dari 3,50.

“Dari yang cumlaude jatahnya adalah 17 orang. Tapi ini berat (pemenuhan pesertanya) sebab harus merupakan lulusan dari perguruan tinggi dengan akreditasi A dan jurusan yang akreditasinya juga A,” ungkap Winarko Arief. Sedangkan 1 persen atau sebanyak 3 formasi diperuntukkan bagi masyarakat yang menderita disabilitas.

Formasi yang paling banyak ditawarkan adalah tenaga guru yang mencapai 172 formasi atau sekitar 48 persen. Di antaranya adalah untuk guru kelas, guru BK, Guru PAI dan sebagainya. Berikutnya adalah tenaga kesehatan yang mencapai 87 formasi, tenaga teknis 74 formasi dan 23 formasi sisanya adalah untuk pegawai honorer kategori 2 atau K-2. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *