Breaking News

Tiga Siswa Ponorogo Ikuti Liga Paralayang di Tatung

By on September 8, 2018 0 356 Views

TIGA siswa Ponorogo ternyata turut menjadi peserta dari 72 atlet paralayang yang berlaga di Liga Paralayang 4 Jatim yang digelar di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo. Sejak Jumat (7/9/2018) hingga Minggu (9/9/2018). Mereka harus bersaing keakuratan mendarat dengan atlet lain dari seluruh dari seluruh Jawa Timur.

Ketiga atlet tersebut adalah Dimas dari SMAN 3 Ponorogo, Rona siswa SMAN 1 Ponorogo dan Ulya siswa MTs Al Azhar Sampung. Sekretaris Panitia Liga, Parbo Hadi membenarkan keikutsertaan ketiga peserta dari Ponorogo ini. Harapannya, mereka bisa berprestasi tidak kalah dengan yang sudah lebih dulu menekuni olah raga ini.

Parbo mengatakan, liga ini cukup menyedot peserta. Buktinya ada 72 atlet berbagai kelas yang turut bertanding. “Peminatnya cukup tinggi, terutama untuk kelas yunior dan siswa. Ini cukup positif untuk pengembangan olah raga ini di masa mendatang,” ungkap Parbo, Sabtu (8/9/2018).

Salah satu peserta saat telah terbang di atas langit Desa Tatung dalam Liga Paralayang 4 Jatim yang digelar di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo yang dilaksanakan Jumat (7/9/2018) hingga Minggu (9/9/2018).

 

Ia mengatakan, dalam perlombaan kali ini kategorinya hanya satu, yaitu akurasi. Sedangkan untuk peserta terbagi dalam tiga kelas. Yaitu kelas siswa, kelas yunior dan kelas open.

Pada kelas siswa, jumlah pesertanya adalah 40 putra dan putri, sedangkan untuk kelas yunior ada 21 peserta putra dan putri. Sementara itu di kelas open terdapat 10 peserta.

Dalam perlombaan ini, setiap peserta mendapat kesempatan untuk melaksanakan enam kali round. Artinya mereka boleh take off atau terbang dan mendarat sampai enam kali.

Salah satu peserta saat lepas landas atau take off dari puncak Gunung Gede Tatung dalam Liga Paralayang 4 Jatim yang digelar di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo yang dilaksanakan Jumat (7/9/2018) hingga Minggu (9/9/2018)

 

“Sambil melihat cuaca, mereka boleh naik turun sesuai round selama tiga hari ini,” ungkap Parbo. Sebanyak 10 perangkat atau juri menilai ketepatan mendarat para pilot paralayang ini. Lima menilai saat take off dan lima menilai saat landing.

Turnamen paralayang di Gunung Gede Tatung Ponorogo ini adalah yang pertama kalinya dilaksanakan setelah Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) menyatakan angin yang ada di kawasan Gunung Gede Desa Tatung ini sangat bagus dan cocok untuk kegiatan olah raga paralayang setahun lalu.

Hal ini disambut baik oleh Pemkab Ponorogo dan bekerjasama dengan FASI Jatim untuk menggelar liga paralayang sebagai satu rangkaian kegiatan Grebeg Suro 2018 dan Peringatan Hari Jadi Ponorogo ke-522. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *