Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Titik Jalan Untuk Program Bantuan Rp 300 Juta Per Desa Per Tahun Dimantapkan

Titik Jalan Untuk Program Bantuan Rp 300 Juta Per Desa Per Tahun Dimantapkan

By on July 3, 2018 0 598 Views

ALOKASI dana Rp 300 juta per desa per tahun yang diprogramkan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni semakin dimantapkan. Berbagai upaya dilakuka agar program ini berjalan dengan baik. Salah satunya dengan mengumpulkan para kepala desa untuk kembali menentukan titik-titik jalan atau infrastruktur yang akan dibangun di 2019 mendatang.

Pada pekan lalu, ratusan kades telah dikumpulkan untuk menentukan titik-titik yang akan dibangun dengan dana tersebut. Penentuan titik ini dilakukan agar ruas jalan yang diajukan untuk dibangun benar-benar terealisasi. Sebab pada 2017 lalu ada titik titik jalan yang lepas dari program tersebut karena perubahan status jalan.

“Ya mereka dikumpulkan untuk menentukan titik. Tahun lalu banyak desa yang dulu memasukkan jalan desa menjadi jalan kabupaten sehingga lepas dari program Rp300 juta ini. Ternyata, titik itu diajukan kembali menjadi jalan desa. Hal tersebut dihindari dengan menentukan kembali titik-titik yang bisa diajukan dan bisa dikenai program ini. Harapannya program bantuan Rp300 jtua per desa per tahun bisa terlaksana,” ungkap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Senin (2/7/2018).

Bupati Ipong menjelaskan, program pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Ponorogo dengan pola bantuan Rp300 juta per desa per tahun tersebut merupakan pemenuhan janji janinnya pada saat kampanye. Program ini sudah berjalan selama dua tahun terakhir. Mekanismenya, sebelum ditentukan titiknya atau ditentukan anggarannya harus dibuat dulu SK Bupatinya. Sebelum muncul SK, harus diusulkan oleh desa terlebih dahulu.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat ditemui wartawan terkait program alokasi dana Rp300 jtua per Desa per Tahun beberapa waktu lalu.

Daikui oleh Bupati Ipong, ada beberapa kepala desa yang mengeluh karena program pembangunan yang diusulkannya hilang. “Ternyata setelah dilakukan pengecekan, hilangnya pembangunan titik jalan yang diusulkan tersebut karean ada proses penarikan usulan terkait status jalan. Yang jalan desa, jadi jalan kabupaten, atau jadi jalan kecamatan. Maka ya dicoret dari usulan karena bukan lagi jalan desa,” terang Bupati Ipong.

Plt Kades Talun, Kecamatan Ngebel, Dwi Cahyono yang juga Sekcam Ngebel mengatakan, saat ini program alokasi dana Rp300 juta per desa per tahun yang berlangsung adalah program pembangunan infrastruktur jalan dan drainase. Ia menyebut program tersebut sudah berjalan selama dua tahun yaitu pada tahun 2017 dan di tahun 2018 ini. Bahkan untuk persiapan realisasi untuk tahun ketiga juga sudah dilakukan persiapan atau tahapannya.

Dwi Cahyono menjelaskan, delapan desa di Kecamatan Ngebel sudah mengusulkan dan menentukan titik infrastruktur dalam program Rp300 juta perdesa pertahun ini. “Untuk Desa Talun titiknya berada Dukuh Sido Mukti dan Dusun Sedayu. Jalur itu merupkan jalan penghubung desa antara Desa Talun menuju Desa Wagir. Titik tersebut menyambungkan hasil pembangunan tahun 2017 lalu dan tahun 2018 ini. Pembangunan infrastrukturjalan berupa rabat cor beton dengan panjang jalan sekitar 400 meter dan lebar 2,5 meter,” terang Dwi Cahyono. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *