Breaking News
  • Home
  • News
  • Topo Bisu” Menambah Kesan Sakral Bedol Pusoko

Topo Bisu” Menambah Kesan Sakral Bedol Pusoko

By on September 10, 2018 0 116 Views

Berbeda dari malam sebelumnya, Minggu malam kemarin (9/9) lampu di jalan protokol Kabupaten Ponorogo padam, ternyata jalan protokol tersebut akan dilewati kirab Bedol Pusoko. Kirab Bedol Pusoko sendiri dilakukan setiap malam menjelang perayaan 1 Suro.

Peserta kirab Bedol pusoko 2018

Sedangkan pada Grebeg Suro tahun ini, Bedol Pusoko dilaksanakan pada Minggu (9/9) hingga Senin (10/9) dini hari. Diadakannya kirab Bedol Pusoko dari Rumah Dinas Bupati Ponorogo hingga Makam Batoro Katong merupakan simbolis sebagai napaktilas sejarah Ibu Kota Ponorogo yang dulunya berada di Pasar Pon sekarang pindah di alun-alun, dan malam kemarin mengembalikan kembali pusaka ke Pasar Pon (Makam Batoro Katong), dan akan di arak kembali Senin (10/9) sore ke Alun-alun Ponorogo.

Salah satu Pusaka yang di kirab dari Pringgitan ke Makam Batoro Katong

“Ya ini untuk menggambarkan napak tilas perjalanan Kabupaten Ponorogo. Maka Bedol Pusoko ini digelar dengan arak-arakan rute dari Pringgitan menuju Pasar Pon pada malam hari hingga dini hari, dan pada siangnya dikembalikan lagi ke Pringgitan,” ungkap Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.

Ada tiga pusaka yang diberangkatkan dari rumah dinas Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni. Yaitu Pusaka Sabuk atau Angkin Cinde Puspita, Pusaka Payung Songsong Tunggul Wulung dan Pusaka Tombak Tunggul Naga. Ketiga pusaka itu dulunya dipergunakan pendahulunya untuk mempertahankan wilayah Ponorogo dari serangan penjajah.

Dalam acara kirab tersebut selama perjalanan kirab seluruh peserta tidak diperkenankan berbicara atau biasa disebut “topo bisu” ini menambah kesan sakral dan hidmat acara kirab Bedol Pusoko, ada yang unik bahasa isyarat untuk mengatur barisan seluruhnya menggunakan bahasa jawa. (Kominfo/fdl)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *