Breaking News
  • Home
  • Uncategorized
  • Turunkan Angka Pengangguran Terbuka, Kadisnaker Se-Jatim Gelar Job Market Fair

Turunkan Angka Pengangguran Terbuka, Kadisnaker Se-Jatim Gelar Job Market Fair

By on May 14, 2018 0 322 Views

Suasana Job Market Fair yang digelar di BLK Karanglo, Ponorogo, Senin (14/5/2018). Sekitar 2 ribu lowongan kerja ditawarkan oleh sekitar 35 perusahaan dari Ponorogo, Magetan dan Solo.

 

JOB Market Fair yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur diyakini akan menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran terbuka di Jawa Timur.

Hal ini diutarakan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur Setiajit usai membuka Job Market Fair 2018 yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Karanglo, Sukorejo, Ponorogo, Senin (14/5/2018). Job Market Fair, kata Setiajit, merupakan upaya dari Disnaker untuk bisa mengurangi angka pengangguran terbuka yang ada saat ini. Di Ponorogo, ada 35 perusahaan dari Ponorogo, Magetan, dan Solo, Jawa Tengah, yang dihadirkan. Perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan 2 ribuan tenaga kerja.

“Kalau hari ini (Senin, 14/5/2018) di Ponorogo, maka di kabupaten/kota yang lain juga dilaksanakan. Ini dilakukan agar benar-benar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan pencari pekerja. Dilakukan serentak (beberapa kabupaten/kota sekitar) agar penurunan angka pengangguran terbukanya signifikan. Kabupaten dan kota lain supaya termotivasi melaksanakan job market fair juga,” ungkap Setiajit.

Setiajit menyebut saat ini angka pengangguran terbuka di Jawa Timur mencapai 4 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 838.000 lebih warga. “Saya bersyukur di Ponorogo dan Magetan, tingkat pengangguran terbukanya lebih rendah dari provinsi Jatim, hanya 3,8 persen,” ujarnya.

Kepala Disnaker Ponorogo Bedianto menambahkan, dari ribuan lowongan kerja yang ditawarkan di Job Market Fair di BLK Karanglo, ia berharap bisa diisi oleh para pemuda-pemudi dari Ponorogo, Magetan dan Pacitan yang menjadi wilayah kerja BLK Karanglo.

“Ada banyak lowongan yang disediakan dan tentunya membutuhkan kompetensi atau kemampuan dari calon pekerjanya. Dan, Job Market Fair ini tidak hanya memberi tahu lowongan, tapi juga melakukan tes dan wawancara atau istilahnya walk in interview. Jadi bisa saja mereka (calon pekerja) langsung diterima bekerja,” kata Bedianto.

Pekerja, kata Bedianto, cukup membawa lamaran kerja, ijazah dan persyaratan umum lainnya. Bahkan untuk beberapa lowongan hanya memerlukan KTP elektronik. Tentunya KTP dengan data lengkap yang bisa menjadi pendukung data calon pekerja. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *