Breaking News
  • Home
  • News
  • Wabup: TRC Desa Banaran Tak Boleh Lemah

Wabup: TRC Desa Banaran Tak Boleh Lemah

By on August 8, 2018 0 339 Views

SEMANGAT dan pantang menyerah serta tangguh menghadapi berbagai kondisi. Hal ini dipesankan Wakil Bupati Ponorogo kepada anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Desa Banaran, Kecamatan Pulung, saat mendampingi tim penilai Lomba Desa Tangguh tingkat Provinsi Jawa Timur, Rabu (8/8/2018).

“Saya berharap tim yang sedang dinilai tidak lemah, tidak nglokro, tidak loyo. Namanya saja TRC, tim reaksi cepat, maka saya yakin gesit-gesit. Saya lihat banyak yang masih muda-muda,” ungkap Wabup Soedjarno.

Wabup Ponorogo Soedjarno saat memberikan sambutan dan motivasi saat penilaian Lomba Desa Tangguh Bencana di Desa Banaran, Rabu (8/8/2018). 

Desa yang satu tahun lalu mengalami bencana tanah longsor hebat ini diharapkan bersemangat. Para anggota TRC juga harus selalu berlatih. Para perangkat desa hingga kecamatan harus memberikan dukungan karena keberadaan TRC sangat penting dalam menngantisipasi dan menanggulangi bencana.

“Penilaian saat ini jangan dijadikan beban. Hal ini justru untk menggugah semangat kebersamaan dan kekompakan serta kemampuan dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

TRC Desa Banaran saat menggelar simulasi penanggulangan bencana di sela penilaian Lomba Desa Tangguh Bencana, Rabu (8/8/2018).

Wabub Soedjarno yakin, TRC Desa Banaran mampu meraih nilai yang tinggi dalam lomba kali ini. Hal ini dilihatnya dari kesigapan para anggota TRC saat melakukan simulasi bencana yang digelar di awal acara. Peralatan yang cukup lengkap dan mendukung juga membuat keyakinannya makin tinggi sehingga TRC Desa Banaran bisa berprestasi dalam lomba kali ini.

“Kalau melihat semangat dan kesiapan, saya yakin bisa meraih nilai tertinggi dalam lomba ini,” ungkap Wabup Soedjarno memotivasi.

TRC Desa Banaran saat menggelar simulasi penanggulangan bencana di sela penilaian Lomba Desa Tangguh Bencana, Rabu (8/8/2018).

Desa Banaran menjadi Desa Siaga Bencana pada Desember 2017 lalu. Ini menyusul bencana tanah longsor yang terjadi 1 April 2017. Saat itu, jatuh 28 korban jiwa akibat tertimbun material tanah dan lumpur. Puluhan rumah rusak. Sekitar 40 KK harus direlokasi. Sebanyak 21 korban tidak ditemukan jasadnya hingga saat ini. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *