Breaking News
  • Home
  • News
  • Wabup Yakin SPT untuk GTT Segera Terbit

Wabup Yakin SPT untuk GTT Segera Terbit

By on September 27, 2018 0 921 Views

SURAT Perintah Tugas yang menjadi harapan para Guru Tidak Tetap (GTT) untuk meningkatkan kesejahteraan diyakini akan segera terbit.

“Teman-teman GTT/PTT ini sudah mengajukan SPT ini ke bupati (Ponorogo). Dan akan segera diberikan ke orang per orang,” ungkap Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno menanggapi sejumlah poin yang disampaikan para GTT dalam Istighosah dan Doa Bersama Forum GTT Ponorogo di Aloon-Aloon Ponorogo pada Kamis (27/9/2018).

Wabup Ponorogo Soedjarno saat memberikan sambutan di tengah GTT dan PTT yang beristigosah.

 

Wabup Soedjarno menyatakan, SPT yang didesak GTT dan PTT akan menjadi salah satu cara agar kesejahateraan para guru sukarelawan alias sukwan ini terangkat. Namun Wabup menyatakan, SPT ini berbeda dengan SK Bupati seperti yang dimaksud dalam PP nomor 48 tahun 2005 yang melarang pengangkatan tenaga honorer oleh kepala daerah.

“Jadi SPT ini bukan pengangkatan seperti munculnya K2 (dan K1), jadi sepertinya bisa diterbitkan. Karena yang berhak mengangkat tenaga honorer hanyalah pusat,” terang Wabup.

Ribuan GTT dan PTT saat menggelar istigosah dan doa bersama di Aloon-Aloon Ponorogo, Kamis (27/9/2018)

 

Surat ini, lanjut Wabup, akan berkaitan dengan munculnya insentif, penggunaan dana BOS dan sebagainya untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Karena memang untuk menggunakan dana BOS perlu surat penugasan dari kepala daerah.

Soal jumlah GTT/PTT yang akan memperoleh SPT ini, Soedjarno menyatakan masih dalam pendataan. Soedjarno menyebut, saat ini sudah ada data by name by address yang komplit di Dinas Pendidikan Ponorogo. Meski begitu, pendataan tetap dilakukan untk menghindari adanya nama-nama baru yang akan mendapat SPT.

“Nantinya harus sesuai dengan data dari Dindik,” ucapnya.

Ditegaskannya, SPT ini tidak sama dengan SK pengangkatan. Dengan begitu, SPT ini juga tidak lagi melahirkan tenaga honorer yang ada ketegorisasi hingga ada sebutan honorer Kategori 1 (K1) dan honorer K2. Ditambahkannya, untuk tenaga honorer yang termasuk K2 dan usianya belum mencapai 35 tahun maka akan bisa mengikuti tes CPNS yang akan digelar beberapa waktu ke depan.

Di Ponorogo, jumlah tenaga honorer K2 mencapai 326 orang. Dari jumlah ini, hanya sekitar 50 orang yang memenuhi syarat usia di bawah 35 tahun dan bisa mengikuti tes CPNS 2018. Dari 50 ini, kuota untuk honorer K2 ini hanya 23 kursi. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *