Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Warga Bendo ‘Marem’ Sertifikatnya Sudah di Tangan, Siap Bikin Usaha

Warga Bendo ‘Marem’ Sertifikatnya Sudah di Tangan, Siap Bikin Usaha

By on July 6, 2018 0 131 Views

MAREM alias puas disampaikan sejumlah warga kepada ponorogo.go.id setelah menerima sertifikat atas tanah seluas 49 meter persegi dan tanah seluas 200 meter persegi di lokasi permukiman relokasi warga terdampak pembangunan Waduk Bendo di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo.

“Ya marem (puas). Kita terima kasih kepada pemerintah lah,” ungkap salah satu warga permukiman Bendo Rejo, lokasi permukiman pindahan untuk warga terdampak, Jumat (6/7/2018).

Sejumlah warga asyik bercengkerama di teras rumah yang kini sudah sah menjaid milik mereka di kawasan Bendo Rejo. Kawasan ini merupakan hasil relokasi warga yang terdampak pembangunan Waduk Bendo di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo.

Menurut warga yang enggan disebut namanya ini, warga sempat bingung dengan simpang-siurnya kabar penerbitan surat tanah dan rumah tersebut. Kekhawatiran sempat menghantui sebab sebagian warga lain ada yang melakukan unjuk rasa dan aksi terkait proyek yang sedang berjalan.

Namun, sebagian warga yakin pembangunan Waduk Bendo akan membawa manfaat bagi banyak orang. Termasuk bagi warga terdampak yang relokasinya tidak jauh dari bendungan. Warga yang direlokasi juga akan mendapat manfaat dari keberadaan bendungan.

“Katanya kan bisa jadi lokasi wisata. Ya kalau sudah ramai pasti bisa jualan apa gitu di sini,” ujarnya sambil mengaku belum berpikir untuk berbisnis yang berkait dengan wisata.

Mbah Sepi, salah satu warga terdampak pembangunan Waduk Bendo saat memberikan cap jempol pada sertifikat tanahnya, Kamis (5/7/2018).

Warga ini menyebut sudah ada yang siap-siap membuka warung. Baik warung serba ada maupun warung kuliner.

Warga lain yang juga enggan disebut namanya, penghuni Blok C Bendo Rejo, mengaku akan tetap bertani seperti semula. Ia mengaku keterampilan yang dimilikinya adalah bercocok tanam, maka menurutnya menjadi petani adalah pilihannya.

“Tapi ya senang lah sekarang sudah ada sertifikatnya. Sudah benar-benar sah punya keluarga saya,” ungkapnya.

Mbah Sepi, warga lain mengaku, ia sangat gembira dengan terbitnya sertifikat tanah dan rumah yang saat ini sudah ada di genggamannya. Apalagi luas tanah, luas rumah dan kualitas rumahnya yang saat ini ditempati lebih luas dan bagus dari rumahnya yang saat ini telah menjadi bendungan.

“Senang sekali. Dulu rumah saya hanya 20 meter, sekarang jadi besar,” ungkapnya.

Pada Kamis (5/7/2018), Wabup Ponorogo Soedjarno telah menyerahkan 59 sertifikat kepada 59 warga. Jumlah ini adalah sebagian dari 89 warga terdampak. Penyerahan dilaksanakan di Balai Desa Ngindeng, sekitar pukul 14.00 WIB. Sebanyak 30 sertifikat lain diperkirakan selesai pada pertengahan Juli mendatang. Keterlambatan ini terjadi karena warga agak lambat melengkapi berkas persyaratan pensertifikatan.

Usai menyerahkan sertifikat, Wabup Soedjarno berpesan agar surat tanda kepemilikan yang sah ini agar disimpan dengan baik. Rumah dan tanah diharapkan bisa dimanfaatan dengan baik. Wabup yakin, dalam waktu dekat setelah bendungan selesai dibangun, maka lokasi di sekitar Waduk Bendo akan semakin ramai.

Waduk Bendo akan menjadi tujuan wisata baru bagi warga Ponorog dan sekitarnya. Ini adalah manfaat lain selain sebagai sumber air baku, penampung air sungai dan hujan yang memasok irigasi di Ponorogo dan Madiun. Waduk Bendo juga akan bisa dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya ikan. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *