Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Warga Bendo Terdampak Waduk Teken Berkas Pensertifikatan Hunian Pengganti

Warga Bendo Terdampak Waduk Teken Berkas Pensertifikatan Hunian Pengganti

By on March 15, 2018 0 55 Views

PULUHAN warga Dukuh Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, yang terdampak proyek pembangunan Waduk Bendo boleh sedikit lega. Satu langkah lagi menuju kepemilikan sah hunian pengganti di tanah relokasi telah dilaksanakan.

Kamis (15/3/2018) pagi hingga siang, di Aula Balai Desa Ngindeng, puluhan warga yang kini telah tinggal di rumah baru mereka telah menandatangani setumpuk berkas yang merupakan persyaratan untuk penerbitan sertifikat atas rumah dan tanah yang selama dua bulan terakhir telah mereka tempati.

“Hari ini kita melaksanakan penandatanganan berkas untuk menerbitkan sertifikat. Ya itu, untuk rumah warga yang terdampak proyek waduk. Yakni untuk tanah seluas 200 meter persegi dan ada rumahnya, permanen, ukuran 6×7,5 meter,” ungkap Kepala Desa Ngindeng Katenan di sela proses tanda tangan.

Sebanyak 89 rumah untuk 89 kepala keluarga (KK) yang sejak Kamis ini diurus legalitas kepemilikannya. Sejumlah petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ponorogo dihadirkan untuk mempermudah proses pembuatan sertifikat tersebut. Warga tinggal hadir dan memberikan tanda tangan atau cap jempol. Tidak lama lagi sertifikat tersebut akan segera mereka dapatkan.

Katenan mengatakan, rumah-rumah tersebut adalah hibah atas rumah warga di Dukuh Ngindeng yang terkena proyek. Yaitu untuk ganti rumah untuk 62 rumah yang ada di lokasi waduk saat ini.

“Kalau jumlahnya ada 89, itu karena ganti rumahnya bukan berdasar jumlah rumah yang ada di situ (yang terdampak), tapi dasarnya adalah jumlah KK yang ada. Dari 62 rumah diganti 89 rumah,” kata Katenan.

Katenan menambahkan, seiring dengan pemberkasan sertifikat rumah pengganti, saat ini juga sedang dilaksanakan proses ganti rugi atas lahan milik warga. Lahan pengganti tersebut diperkirakan di sekitar permukiman baru yang sekarang telah berdiri. Soal luas tahan pengganti  untuk masing-masing warga masih dalam perhitungan.

“Kan sudah diukur oleh UB (Universitas Brawijaya) itu lahan penggantinya. Ya akan ditukar guling. Tapi sekarang masih proses, sekali lagi, masih proses,” tegas Katenan.

Dwi Sumarno, salah satu warga terdampak mengatakan, ia mulai lega dengan proses yang berlangsung. Sebab dengan begitu, rumah baru yang sekarang ia tempati akan segera sah menjadi miliknya pribadi.

“Kami bisa menerima kondisi sekarang. Kami tahu kok manfaat dari waduk ini sehingga kami mau direlokasi. Tapi kami tetap akan menagih janji penggantian lahan garapan yang dulu kami olah. Semoga itu terwujud, bukan hanya janji. Itu akan kita perjuangkan,” ujar Sumarno.

Sumarno menyebut, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni pernah berjanji dan meminta waktu enam bulan untuk mendapatkan lahan pengganti. Dalam enam bulan tersebut, warga akan diberi jatah hidup.

Didik Eko, warga lain, sempat mempertanyakan proses yang sedang berlangsung. Ia ingin mendapatkan kepastian dari pemerintah terkait penggantian lahan yang dijanjikan. (kominfo-dist)

Puluhan warga Dukuh Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo yang terdampak proyek pembangunan waduk memberikan cap jempol pada berkas penerbitan sertifikat rumah pengganti mereka, Kamis (15/3/2018) di balai desa setempat.

Puluhan warga Dukuh Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo yang terdampak proyek pembangunan waduk saat mendengarkan pengarahan untuk pemberkasan sertifikat rumah pengganti, Kamis (15/3/2018) di balai desa setempat.