Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Warga Hiroshima Melotot Saksikan Reyog

Warga Hiroshima Melotot Saksikan Reyog

By on May 3, 2018 0 273 Views

REYOG Ponorogo terbukti mampu menyedot perhatian warga Jepang. Penampilannya di Hiroshima Flower Festival, Kamis (3/5/2018) pagi, membuat warga di kota yang pernah remuk redam oleh bom atom pada saat perang dunia II berdecak kagum.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo Sapto Djatmiko kepada ponorogo.go.id mengatakan, sambutan warga Hiroshima dalam pawai kesenian yang diikuti oleh tim-tim kesenian unggulan puluhan negara memang sangat positif. Namun, antusiasme mereka tampak meningkat saat Reyog Ponorogo dalam formasi lengkap melintas di depan warga.

Penampilan reyog sebagai pemenuhan undangan dan walikota Hiroshima dalam Hiroshima Flower Festival menjadi kesempatan untuk lebih memperkenalkan reyog sebagai kesenian asli Indonesia dan mendorong pengakuan sebagai warisan dunia bernilai tak benda di UNESCO (United Nation Education, Scientific dan Cultural Organization)

Para penari Reyog Ponorogo saat melintas di Hiroshima Peace Boulevard dalam pawai Hiroshima Flower Festival, Kamis (3/5/2018) pagi. Penampilan mereka mampu menyedot perhatian warga.

Para penari Reyog Ponorogo saat melintas di Hiroshima Peace Boulevard dalam pawai Hiroshima Flower Festival, Kamis (3/5/2018) pagi. Penampilan mereka mampu menyedot perhatian warga.

“Mereka begitu kagum, campur heran juga sepertinya. Mereka mungkin tidak habis pikir, bagaimana bisa topeng sebesar itu, seberat itu, bisa dipakai dan pemainnya menari-nari,” kata Sapto menggambarkan ekspresi wajah warga Hiroshima saat melihat dhadhak merak dengan pembarong yang turut berjalan dalam pawai.

“Warga langsung tumplek bleg mendekat pengin melihat dhadhak merak dari dekat. Bahkan ada yang melotot juga,” ujarnya.

Setelah mengikuti pawai, para seniman reyog juga tampil di atas panggung yang disediakan. Lagi-lagi, kata Sapto, reyog dengan iringan gamelan yang khas dengan terompet, angklung, kendang juga kenong dan kempulnya menarik perhatian para penonton. Gerakan yang begitu atraktif memukau warga yang hadir. Tidak sedikit yang mengabadikannya dengan memotret reyog yang tampil dalam formasi lengkap.

Pengiriman delegasi seni oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo, dalam hal ini Dinas Pariwisata, merupakan respons atas permintaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang, yang diundang oleh Walikota Hiroshima, dalam rangka 60 tahun kerja sama Indonesia Jepang. Diketahui, selain Reyog Ponorogo, KBRI Jepang juga meminta delegasi seni dari Sumatera Selatan untuk tampil pada event yang sama.

Hiroshima Flower Festival adalah salah satu event tahunan terbesar di Prefektur Hiroshima. Acara ini berisi perayaan bunga, alam, musik, dan terpenting adalah perayaan akan perdamaian. Festival ini mengambil tempat di sepanjang jalan Hiroshima Peace Boulevard selama tiga hari dalam periode “Golden Week” atau Pekan Emas yang dirayakan setiap libur bulan Mei. Acara ini akan menyedot perhatian lebih dari satu juta pengunjung dari seluruh penjuru Prefektur Hiroshima dan lainnya.

Tujuan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk memenuhi permintaan KBRI Jepang tentu saja ialah untuk memperkenalkan dan mempromosikan salah satu daya tarik utama yang dimiliki Ponorogo, yaitu seni Reyog Ponorogo. Bagi Dinas Pariwisata, selaku penanggung jawab pengiriman delegasi ini, kesempatan ini merupakan sebuah kehormatan yang tidak boleh disia-siakan.

“Ini agar semua tahu, reyog berasal dari Ponorogo, asli Indonesia. Ini ajang yang strategis agar reyog lebih dikenal dunia,” ujar Sapto.

Para penari yang dikirim merupakan para penari terpilih, termasuk tiga pembarong (penari dhadhak merak) terbaik yang dimiliki Ponorogo. Terdapat dua orang anggota Paguyuban Duta Wisata Kakang Senduk Ponorogo. Keduanya adalah Senduk Kharisma, Senduk Ponorog…
[14:32, 3/5/2018] M Dili: Warga Hiroshima Melotot Saksikan Reyog

REYOG Ponorogo mampu menyedot perhatian warga Jepang. Penampilannya di Hiroshima Flower Festival, Kamis (3/5/2018) pagi, membuat warga di kota yang pernah remuk redam oleh bom atom pada saat perang dunia II berdecak kagum.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo Sapto Djatmiko kepada ponorogo.go.id mengatakan, sambutan warga Hiroshima dalam pawai kesenian yang diikuti oleh tim-tim kesenian unggulan puluhan negara memang sangat positif. Namun, antusiasme mereka tampak meningkat saat Reyog Ponorogo dalam formasi lengkap melintas di depan warga.

“Mereka begitu kagum, campur heran juga sepertinya. Mereka mungkin tidak habis pikir, bagaimana bisa topeng sebesar itu, seberat itu, bisa dipakai dan pemainnya menari-nari,” kata Sapto menggambarkan ekspresi wajah warga Hiroshima saat melihat dhadhak merak dengan pembarong yang turut berjalan dalam pawai.

“Warga langsung tumplek bleg mendekat pengin melihat dhadhak merak dari dekat. Bahkan ada yang melotot juga,” ujarnya.

Setelah mengikuti pawai, para seniman reyog juga tampil di atas panggung yang disediakan. Lagi-lagi, kata Sapto, reyog dengan iringan gamelan yang khas dengan terompet, angklung, kendang juga kenong dan kempulnya menarik perhatian para penonton. Gerakan yang begitu atraktif memukau warga yang hadir. Tidak sedikit yang mengabadikannya dengan memotret reyog yang tampil dalam formasi lengkap.

Pengiriman delegasi seni oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo, dalam hal ini Dinas Pariwisata, merupakan respons atas permintaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang, yang diundang oleh Walikota Hiroshima, dalam rangka 60 tahun kerja sama Indonesia Jepang. Diketahui, selain Reyog Ponorogo, KBRI Jepang juga meminta delegasi seni dari Sumatera Selatan untuk tampil pada event yang sama.

Hiroshima Flower Festival adalah salah satu event tahunan terbesar di Prefektur Hiroshima. Acara ini berisi perayaan bunga, alam, musik, dan terpenting adalah perayaan akan perdamaian. Festival ini mengambil tempat di sepanjang jalan Hiroshima Peace Boulevard selama tiga hari dalam periode “Golden Week” atau Pekan Emas yang dirayakan setiap libur bulan Mei. Acara ini akan menyedot perhatian lebih dari satu juta pengunjung dari seluruh penjuru Prefektur Hiroshima dan lainnya.

Tujuan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk memenuhi permintaan KBRI Jepang tentu saja ialah untuk memperkenalkan dan mempromosikan salah satu daya tarik utama yang dimiliki Ponorogo, yaitu seni Reyog Ponorogo. Bagi Dinas Pariwisata, selaku penanggung jawab pengiriman delegasi ini, kesempatan ini merupakan sebuah kehormatan yang tidak boleh disia-siakan.

“Ini agar semua tahu, reyog berasal dari Ponorogo, asli Indonesia. Ini ajang yang strategis agar reyog lebih dikenal dunia,” ujar Sapto.

Para penari yang dikirim merupakan para penari terpilih, termasuk tiga pembarong (penari dhadhak merak) terbaik yang dimiliki Ponorogo. Terdapat dua orang anggota Paguyuban Duta Wisata Kakang Senduk Ponorogo. Keduanya adalah Senduk Kharisma, Senduk Ponorogo 2017, dan Senduk Nia, Senduk Ponorogo Bertalenta 2017.

Rombongan tim seni Reyog Ponorogo yang diberangkatkan ke Jepang berjumlah 17 orang, dengan didampingi Kepala Seksi Promosi Pariwisata, Oki Widyanarko dan Plt Kepala Dinas Pariwisata Sapto Djatmiko. Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, yang juga mendapat undangan khusus dari walikota Hiroshima juga ikut mengantar delegasi ini. Rombongan akan berada di Jepang hingga 5 Mei 2018 mendatang. (kominfo/dist)