Breaking News
  • Home
  • Umum
  • Yuda, Pemuda Desa Ngrukem Ini Raih Silver Botton dari Youtube

Yuda, Pemuda Desa Ngrukem Ini Raih Silver Botton dari Youtube

By on July 11, 2018 0 142 Views

Ponorogo selain di kenal dengan gudangnya warok, juga ternyata gudangnya youtuber. Salah satunya pemuda hebat asal Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, bernama Yuda Taufiqurrahman atau yang sapaan akrabnya Jidat.

Kamar ukuran 4×5 meter milik Jidat itu juga sebagai kamar produksi untuk memproduksi konten video untuk mengisi channel youtube miliknya YudaMedia HD. Dari hasil youtube Jidat mampu membiayai kuliahnya hingga pasca sarjana, dia mulai menunggah video ke channel youtube sejak 2009 silam. Pun baru dapat konsisten mengunggah video selang tiga tahun kemudian. Mulai dari tutorial android, kebudayaan, review kuliner, wisata, hingga budaya dia unggah di channel miliknya.

Pun dari situ dia belum menemukan karakter yang sesuai dengan dirinya. ‘’Nah, jadi yang sering disalahartikan itu bahwa youtuber itu nge-vlog, padahal tidak sesempit itu. Intinya bahwa video yang kita unggah itu memang harus yang berkarakter, tentu ada trik khusus juga,’’ ungkap pria 26 tahun itu, Rabu, (11/7).

Dari hasil kerja kerasnya Jidat mampu mendapatkan penghargaan Youtube Silver Play Button dari Youtube Internasional yang hanya diberikan kepada pemilik akun yang memiliki lebih dari 100 ribu subcriber . Jidat menjadi satu-satunya youtuber di Ponorogo, bahkan eks Madiun yang mendapatkan penghargaan itu.

‘’Hanya untuk memilih karakter konten video saja, harus melalui perjalanan panjang. Dan itu butuh konsistensi serta kedisplinan kita,’’ kata Jidat yang mahasiswa semester akhir pascasarjana jurusan Pendidikan Dasar Universitas Negeri Malang itu.

Dalam pemilihan konten yang hendak ia unggah, keahliannya bermain berbagai alat musik dijadikan modal untuk membuat video cover lagu. Hingga akhirnya dia mantab untuk bekerja di balik layar sebagai produser musisi jalanan di Malang, tepatnya pada 2016 lalu saat dia menempuh studi di Kota Apel tersebut. Dari hasil keuletannya memfasilitasi live musik untuk musisi jalanan dia berhasil mengangkat nama seperti Sabian Nanda, dan Morning Viber.

Keduanya sukses laris manis manggung di berbagai kota. Bahkan sempat dikontrak bermain di salah satu stasiun televisi ternama. ‘’Jadi mereka bukan pengamen ya. Dan waktu itu saya baru menemukan musisi yang bermain di keramaian menggunakan sound system lengkap. Akhirnya kepikiran untuk fokus ke musisi sejenis ini,’’ tutur suami Belliny Shinta itu.

Bagi Jidat kunci keberhasilan kerjanya merupakan kedisplinan. Dia konsisten mengunggah video tiap dua hingga tiga hari sekali. Selain itu, sebelum membuat video dia sudah mempunyai konsep yang disimpan dalam template di aplikasi yang digunakan untuk mengedit video. Itu bertujuan memudahkan saat melakukan proses editing video. Bahkan untuk mengedit video dia hanya memerlukan waktu lima menit saja. Tidak hanya itu, kemampuan Jidat untuk menggunggah video yang disukai penonton turut menjadi kunci keberhasilan.

Dari situlah dia berhasil membiayai sekolah hingga tingkat tinggi, bahkan hingga pascasarjana. Pun dari penghasilan di youtube dia menghidupi keluarganya. Ke depan dia berencana ingin mengangkat musis jalanan dari kota asalnya. ‘’Ternyata saya lebih nyaman bekerja di balik layar. Mengangkat musisi jalanan kemudian mereka dapat dikenal banyak orang hingga populer itu menjadi kepuasan tersendiri bagi saya,’’ ucap sulung dua bersaudara pasangan Wahyudi Ahmad dan Sri Mandayanti. (Kominfo/fdl)

  Umum
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *