Persiapan Operasi Lilin Semeru 2018, Polres Ponorogo Musnahkan 1.350 Liter Arak Jowo

By on December 21, 2018 at 5:05 pm 0 283 Views

POLRES Ponorogo telah bersiap untuk melaksanakan operasi kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Lilin Semeru 2018. Kegiatan ini pengamanan Natal, Tahun Baru dan libur panjang akhir tahun ini akan dimulai 23 Desember hingga 1 Januari 2019 mendatang.

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant menyematkan pita tanda anggota Operasi Lilin Semeru 2018 kepada salah satu personel Dishub Ponorogo saat Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2018 di Paseban Aloon-Aloon, Ponorogo, Jumat (21/12/2018).

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant usai Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2018, Jumat (21/12/2018) di Paseban Aloon-Aloon Ponorogo mengatakan, untuk kegiatan kali ini kekuatan pasukan yang diterjunkan adalah 300 orang. Mereka terdiri dari anggota Polres Ponorogo, Dishub, Satpol PP, Kodim Ponorogo dan pramuka Saka Bhayangkara.

“Kami menempatkan satu pos pelayanan dan empat pos pengamanan. Pos ini di barat Aloon-Aloon, depan Pasar Legi, di kawasan wisata Ngebel, Jalan Gajah Mada dan di Sooko. Kita fokus pada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah dalam rangka Natal dan mereka yang akan liburan,” ungkap AKBP Radiant.

Kapolres Ponorogo bersama Dandim Ponorogo dan sejumlah tokoh agama serta tokoh masyarakat melakukan pemusnahan barang bukti peredan miras dan narkoba usai apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2018 di Paseban Aloon-Aloon, Ponorogo, Jumat (21/12/2018).

Mengawali pengamanan ini, dilaksanakan pemusnahan barang bukti peredaran narkoba dan miras hasil operasi polisi selama enam bulan terakhir. Operasi ini merupakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran miras dan narkoba.

“Dari Juli sampai Desember ada 1.350 liter miras jenis arak jowo, tujuh botol vodka, 31,8 gram sabu dan 3,5 kg ganja kering. Semuanya barnag bukti kriminalitas itu kita musnahkan hari ini,” ungkapnya.

Barang bukti ini disita dari empat tersangka pengedar narkoba dan 17 pelaku untuk kasus peredaran minuman keras. Saat ini sembilan orang sudah menjadi terpidana karana kasusnya sudah selesai persidangannya dan delapan orang masih dalam proses penyidikan,” pungkas AKBP Radiant. (kominfo/dist)

  Umum
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *