Taman Wengker Sajikan Berbagai Keanekaragaman Hayati

By on January 25, 2019 at 10:49 pm 0 978 Views

Terkait kunjungan tahun wisata 2019 semua yang berpotensi mendatangkan wisatawan terus dikebut, salah satunya Taman Wengker yang berada di Jalan Raya Ponorogo – Madiun. Taman yang memiliki konsep taman terbuka hijau ini menyuguhkan tanaman-tanaman endemik, pohon-pohon dan tanaman yang langka.

Sapto Djatmiko, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo, untuk menunjang tahun kunjungan wisata 2019 pihaknya melihat potensi untuk memperkenalkan keanekaragaman hayati untuk menarik minat pengunjung.

“Nantinya taman ini sebagai taman edukasi tentang keanekaragam hayati bagi para pengunjung,” ungkap Sapto Saat di temui Ponorogo.go.id di ruangannya, Jum’at (25/1/2019).

Sapto juga mengatakan untuk progres pembangunannya sendiri masih 40 persen dari target yang ia rencanakan. Di tahun 2019 ini kita bakal mengandeng CSR dari BUMN untuk 

“Kalau kita mengacu pada APBD tentunya kurang, oleh karena itu kita mencari dana diluar APBD, seperti menggandeng CSR dari BUMN,” jelasnya. 

Taman ini nantinya juga akan dilengkapi dengan pernak-pernik salah satunya kita akan buat bunga-bunga yang eksotik warnanya. Bertujuan untuk menarik para pengunjung. Disamping taman, tempat ini juga sebagai rest area yang nantinya juga ada cafe, jajanan hingga souvenir. 

“Banyak nanti pernak-pernik yang ada disana mulai bunga warna-warni, outbound, cafetaria untuk memanjakan para pengunjung taman wengker,” terangnya. 

Soal di tanya berapa tiket masuk untuk ke taman wengker? Sapto menjawab untuk masuk ke taman wengker ini tidak di kenakan biaya alias gratis, semua biaya operasional sekarang kita tanggung sendiri. 

“Tak dapat dipungkiri kalau nantinya taman ini bisa menyumbangkan PAD bagi Ponorogo, kalau nantinya ada retribusi, tapi untuk sekarang semua biaya kita tanggung,” tungkasnya. 

Jumlah pengunjungpun untuk taman wengker ini hari biasa sekitar 100an pengunjung, sedangkan untuk weekend 200an pengunjung. 

“Kami masih banyak target untuk membenahi taman itu (wengker), sehingga bisa mendatangkan para pengunjung, biar tidak terfokus pada alun-alun saja, tetapi juga ke taman ini (wengker),” pungkasnya. (Kominfo/fdl)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *