Belasan Warga Masih Enggan Diungsikan, Bupati Ipong Akan ‘Paksa’

By on March 7, 2019 at 7:59 pm 0 371 Views

BUPATI Ponorogo Ipong Muchlissoni akan mencari cara agar para warga di Desa Paju yang enggan dievakuasi mau diajak mengungsi. Terutama bila kondisi semakin memburuk alias air semakin tinggi.

Hal ini diutarakannya saat mendatangi lokasi banjir di Desa Paju, Kamis (7/3/2019) petang. Di lokasi ini masih ada belasan warga yang enggan mengungsi dan memilih bertahan di rumahnya. Hal ini karena ada sejumlah rumah yang tidak terlalu dalam genangan banjirnya tetapi di sekitarnya banjir dengan ketinggian 1,5 meter hingga 2 meter mengelilingi mereka.

Dandim 0802 Ponorogo Letkol (Inf) Made Sandy Agusto saat memberikan arahan untuk membujuk sebagian warga Desa Paju warga yang enggan dievakuasi untuk mau mengungsi ke tempat yang lebih aman dari banjir.

“Saya berharap malam ini berangsur surut sehingga besok tidak ada lagi air di sana. Tapi kalau yang terjadi sebaliknya, air naik, ya saya akan cari cara untuk bagaimana mereka bisa dievakuasi,” ungkapnya sambil menyatakan bila perlu dipaksa demi keselamatan mereka sendiri.

Sejak Rabu (6/3/2019) malam air memang sudah menggenangi kawasan ini. Namun masih banyak warga yang enggan dievakuasi. Beberapa masih bertahan di gedung MIN Paju.

Relawan dan Tim SAR saat mengeevakuasi Suparmi, warga Paju penderita stroke yang sempat enggan diungsikan dari rumahnya padahal banjir sudah meninggi. Kamis (7/3/2019) sore Suparmi dan suaminya dibawa ke gedung Sasana Praja.

Sekitar pukul 15.00 WIB, belasan warga sudah bersedia dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Sasana Praja. Namun belasan lainnya masih bertahan dengan berbagai alasan.

“Kita sudah coba berbagai upaya untuk membujuk tapi mereka belum mau kita ajak mengungsi,” kata Komandan Kodim 0802 Ponorogo Letkol (Inf) Made Sandy.

Soal permintaan penerangan berupa genset, imbuh Bupati Ipong, Pemkab Ponorogo tidak bisa memenuhi. “Kita ada genset dan tersedia untuk mereka. Tapi ini masalahnya genset itu kan menghasilkan listrik. Lha dalam kondisi air banjir seperti ini kan berbahaya untuk keselamatan mereka, maka ya tidak kita penuhi. Kalau bentuk penerangan yang lain seperti lampu minyak atau lainnya kita bisa segear penuhi,” tuturnya. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *