Dinsos Kirim 200-an Paket Sembako ke Korban Banjir Ponorogo di Tiga Wilayah

By on March 14, 2019 at 6:40 pm 0 252 Views

*SEBANYAK* 218 paket sembako dikirimkan Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo kepada para korban banjir yang terjadi pada akhir pekan lalu. Hal ini sebagai bantuan kepada para warga yang kehilangan sejumlah harta benda, terutama bahan pangan akibat hanyut oleh air bah.

Petugas dari Dinsos Ponorogo menyerahkan bantuan kepada korban banjir Ponorogo di Kelurahan Brotonegaran, Kamis, 14/3/2019 (foto kiri). Personel Tagana saat menurunkan paket sembako di halaman Kelurahan Brotonegaran (foto kanan).

Kepala Dinsos Ponorogo Sumani Kamis (14/3/2019) mengatakan, pada hari ini ada tiga titik wilayah yang dikirimi sembako untuk diserahkan kepada warganya yang menjadi korban banjir. Wilayah tersebut adalah Kelurahan Brotonegaran, Kelurahan Pinggirsari dan Kelurahan Paju. Ketiganya adalah wilayah yang cukup parah terdampak banjir pada Kamis (7/3/2019) hingga Sabtu (9/3/2019) lalu. Dua puluh anggota Taruna Tanggap Bencana dikerahkan.

“Kita berikan bantuan sesuai anggaran yang kita miliki ke tiga wilayah itu. Untuk Brotonegaran ada 80 paket sembako, Pinggirsari 68 paket dan Paju 70 paket. Mungkin belum bisa menutup kebutuhan para korban, tapi setidaknya menjadi bentuk kepedulian pemerintah dan bisa sedikit meringankan beban akibat kerugian harta benda karena banjir sepekan yang lalu,” ungkap Sumani kepada ponorogo.go.id di kantornya.

Setiap paket sembako bernilai sekitar Rp183 ribu. Terdiri dari 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, 1 kg susu dan paket kopi, mi cepat saji plus air mineral. Barang-barang ini dinilai cukup dibutuhkan oleh korban banjir untuk konsumsi sehari-hari.

Pengiriman paket sembako ini masih akan berlanjut ke beberapa wilayah lainnya yang terdampak banjir. Semua korban di semua desa dan kelurahan akan diberi bantuan berupa paket sembako ini. Hanya saja saat ini masih dalam pendataan dan menyesuaikan dengan kemampuan pihak Dinsos Ponorogo.

Khusus Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, bantuan ini masih ditunda pemberiannya. Hal ini merupakan permintaan dari pihak desa setempat. Sebab, desa tersebut akan segera melaksanakan pilkades sehingga pemberian bantuan bisa menimbulkan hal-hal dan prasangka yang tidak diinginkan.

Selain bantuan sembako, Dinsos juga berencana membantu pembangunan kembali satu rumah di Kelurahan Paju yang ambruk akibat banjir. “Saat ini masih dalam proses pengajuan. Semoga hal ini segera disetujui sehingga bisa segera berdiri kembali,” ucap Sumani.

Sementara itu, Lurah Brotonegaran Khoirul Anam mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas kiriman sembako ini. Hampir seluruhnya sudah tersalurkan. Bantuan sembako diutamakan untuk korban banjir yang kurang mampu.

“Di sini ada sekitar ditinggali 1.600 KK. Waktu banjir, sekitar 1500 KK kena dampak. Sebanyak 600-an orang mengungsi. Ada yang di Masjid Jami, ada yang di Sasana Praja. Juga ada yang ngungsi ke rumah kerabatnya. Dengan adanya bantuan kami yakin akan bermanfaat bagi mereka,” pungkasnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *