Pemilih Milenial Harus Bisa Ikut Mengawasi Pesta Demokrasi, Tidak Terhanyut Hoax

By on March 26, 2019 at 8:02 pm 0 192 Views

PEMILIH pemula yang masih berstatus pelajar adalah pemilih yang dipastikan kritis dan memiliki banyak pertimbangan. Mereka diharapkan bisa ikut berpartisipasi dalam pileg dan pilpres pada 17 April nanti. Juga turut mengawasi proses demokrasi yang tengah berlangsung.

Para pelajar peserta FGD Ponorogo berfoto bersama usai acara. Para pelajar dibekali materi kepemiluan, anti hoax, antiradikalisme dan money politics. Hal ini untuk memberikan wawasan dan motivasi untuk turut berperan serta dalam pemilu 17 April mendatang.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ponorogo Ahmad Syaifulloh, usai Focused Group Discussion (FGD) Dalam Rangka Kegiatan Polisi Yang Ditingkatkan oleh Polres Ponorogo di gedung Sasana Praja, Selasa (26/3/2019) mengatakan, para pelajar adalah salah satu penentu keberhasilan pemilu kali ini. Mereka diharapkan bisa berpartisipasi dalam pemilu, baik dengan ikut mencoblos maupun menjadi panitia pemilu untuk yang usianya sudah lebih dari 17 tahun.

“Para pelajar bisa ikut mencoblos sesuai pilihannya berdasarkan hati nurani dan mempertimbangkan berbagai informasi yang didapatkannya. Yang tidak kalah penting, mereka bisa ikut melakukan pengawasan selama proses kampanye, hari pencoblosan dan pasca pencoblosan,” ungkapnya sambil menyebut telah memberi sejumlah kisi-kisi soal kecurangan dan pelanggaran pemilu di hadapan sekitar 1.000 peserta FGD.

Pria yang akrab disapa Mas Choi ini menyatakan, para pelajar ini pun bisa melakukan pelaporan bisa menemui berbagai hal yang dinilai merupakan pelanggaran pemilu. Seperti kampanye di hari tenang, baliho atau banner caleg atau pasangan capres-cawapres yang berada di lokasi yang tidak dibenarkan atau praktek politik uang alias money politics. Bisa melapor melalui nomor WA Bawaslu maupun ke petugas dari Bawaslu di berbagai tingkatannya seperti Bawaslu tingkat desa.

“Mereka harus bisa menunjukkan bahwa mereka bisa ikut berperan serta dalam pesta demokrasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, kasat Binmas Polres Ponorogo AKP Bambang Rulijanto menambahkan, FGD ini bertujuan memberikan pengetahuan dan wawasan kepada para pelajar agar bisa memahami proses pileg dan pilpres yang akan segera dilaksanakan.

“Tidak itu saja, mereka juga bisa menyampaikan pengetahuan yang didapatkannya hari ini kepada orang tuanya, keluarganya dan kerabatnya yang akan mencoblos,” ujarnya.

Para pelajar juga diharapkan mampu turut menjaga situasi keamanan yang sudah kondusif. Sehingga pesta demokrasi tetap damai, sejuk dan aman. Apalagi, mereka adalah generasi milenial yang akrab dengan gadget dan segala isinya. Termasuk berita bohong alias hoax sekalipun.

Para pemateri dalam FGD kali ini juga menyampaikan materi soal anti hoax, radikalisme dan money politics. Dengan adanya materi ini, para pemilih milenial tersebut bisa lebih berpartisipasi secara mantap dalam pileg dan pilpres kali ini.

“Tentunya kita ingatkan soal hoax dan ujaran kebencian yang akhir-akhir ini muncul. Kita berikan pemahaman sampai pada hukum dan sanksi yang melekat pada penyebarannya,” imbuh Ahmad Syaifulloh. (kominfo/dist)

  Umum
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *