Himbau Tak Simpan Petasan dan Tak Terbangkan Balon Udara, Pemkab Akan Lakukan Pantauan

By on May 7, 2019 at 9:42 pm 0 61 Views

PETASAN dan penerbangan balon udara tanpa awak menjadi salah satu poin yang menjadi perhatian Pemkab Ponorogo pada Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijrian kali ini. Dengan jalinan kerja sama pihak berwenang lain, Pemkab Ponorogo akan melakukan pemantauan atas kedua hal tersebut.

Tempat hiburan malam yang terpantau tutup selama Ramadhan.

 

Hal ini tertuang dalam Instruksi Bupati Ponorogo nomor 3 tahun 2019 tertanggal 29 April 2019 tentang Petunjuk Kegiatan Untuk Menghormati Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019. Dalam instruksi ini, Bupati Ponorogo mengistruksikan agar seluruh kepala dinas hingga seluruh camat melaksanakan beberapa hal demi menghormati Bulan Ramadhan 1440 H.

Di antaranya adalah mengajak semua pihak untuk menciptakan suasana yang tertib, aman dan tenteram serta menjaga kesucian bulan Ramadhan. Baik di tempat kerja maupun di wilayahnya masing-masing.

Ada pula himbauan kepada para pemilik restoran,rumah makan dan warung makan untuk menambahi tabir bila ingin tetap beroperasi pada siang hari. Untuk bioskop diperkenankan buka setelah puku 20.30 WIB dan tidak memutar film berbau pornografi. Kepada para pemilik rumah karaoke dan hiburan harus tutup mulai tanggal 5 Mei 2019 sampai 5 Juni 2019.

“Untuk hal-hal ini kami sudah terus melakukan pantauan. Selama dua hari ini, dua malam ini, Alhamdulillah tidak ada yang melanggar aturan. Mereka ya tidak beroperasi,” ungkap Kepala Dinas Polisi Pamong Praja Kabupaten Ponorogo Supriyadi, Selasa (7/5/2019).

Selain itu, dalam instruksi juga terdapat pelarangan untuk memproduksi, berjualan dan menyimpan petasan serta menerbangkan balon udara tanpa awak. Pelarangan ini didasarkan pada pasal 421 ayat (2) UU nomor 9 tahun 2009 tentang Penerbangan. Balon udara tanpa awak masuk kategori halangan yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 210 UU tersebut dengan ancaman pidana penjara hingga tiga tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Kita ini dapat perhatian dari otoritas penerbangan (Lanud Iswahjudi). Itu jadi atensi dan akan kita pantau. Kita akan menggandeng pihak berwenang lain seperti Polres, TNI dan lainnya untuk bisa ikut memantau hal tersebut,” ujarnya.

“Kami akan melakukan himbauan-himbauan agar semua pihak, seluruh masyarakat, bisa mematuhi pelarangan ini sebab semua ini demi keselamatan bersama. Kan sudah ada buktinya kalau membahayakan. Ada yang jadi korban ledakan petasan, hutannya terbakar. Jadi, mari kita patuhi ketentuan yang ada,” pungkas Supriyadi. (kominfo/dist

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *