Jadi Lima Besar di Porprov Lamongan, Pemkab Ponorogo Akan Beri Bonus Seluruh Atlet

By on June 26, 2019 at 10:45 pm 0 265 Views

BONUS uang pembinaan untuk seluruh atlet menjadi janji Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni bila mereka mampu menjadi lima besar dalam Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) VI Jatim di Lamongan, 6-13 Juli mendatang.

Meski besarannya belum ditentukan, Bupati Ipong berharap janji ini bisa menjadi motivasi bagi para atlet untuk menampilkan kemampuan terbaiknya dalam ajang tersebut. Terutama untuk cabang-cabang olah raga atau cabor yang tidak ditargetkan mendapatkan medali satu pun.

Para atlet Ponorogo yang menjadi kontingen pada Porprov VI Jatim di Lamongan berseri-seri saat mendengarkan janji tambahan bonus dari Pemkab Ponorogo untuk prestasi yang bisa diraih.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni beserta istri dan para pengurus KONI Ponorogo berfoto bersama usai Pamitan Kontingen Ponorogo untuk Porprov VI Jatim di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Rabu (26/6/2019).

“Kalau nanti kontingen Ponorogo bisa masuk lima besar, bukan harus juara satu ya karena saya tidak mau muluk-muluk, maka seluruh atlet akan (Pemkab Ponorogo) berikan bonus,” ungkapnya memberi motivasi para atlet di sela Pamitan Kontingen Ponorogo untuk Porprov VI Jatim, Rabu (26/6/2019) di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo

Menurutnya, atlet yang cabornya belum ditarget medali tidak perlu kecil hati. Bahkan, hal tersebut harus menjadi cambuk untuk melecut diri agar berprestasi lebih. Kali ini ada tiga cabor yang tidak memasang target medali satu pun. Cabor tersebut adalah panjat tebing, voli dan paralayang.

Bupati Ipong juga menjanjikan tambahan bonus untuk para peraih medali di luar bonus yang telah disiapkan KONI Ponorogo. “Selain dari KONI, Pemkab Ponorogo akan memberikan tambahan bonus. Tidak hanya yang dapat medali emas. Perak dan perunggu juga. Berapa besarnya? Paling tidak sama dengan bonus dari KONI atau kalau bisa lebih besar lah,” ujarnya disambut tepuk tangan para atlet.

Untuk atlet cabor unggulan Ponorogo, seperti pencak silat, panahan dan judo, Bupati Ipong mendorong agar raihan medalinya bisa dimaksimalkan. Bahkan untuk pencak silat seharusnya bisa disapu bersih. “Kalau perlu kita dapatkan semua emdali emasnya. Kita ini terkenal sebagai gudangnya pesilat. Perak dan perunggunya biar didapat daerah lain,” ungkapnya.

Cabor pencak silat, lanjutnya, seharusnya benar-benar bisa menjadi andalan kontingen Ponorogo. Sebab, Ponorogo tercatat memiliki penduduk dengan komposisi anggota perguruan pesilat terbanyak di seluruh Indonesia dan dunia.

“Menurut catatan, anggota perguruan SH Terate dan Winongo saja jumlahnya sudah hampir 180 ribu anggota. Berarti hampir 20 persen dari jumlah penduduk Ponorogo. Tunjukkan wahai para pesilat, sapu bersih semua medali emasnya,” ujarnya.

Sedangkan cabang-cabang yang tidak lolos pra-kualifikasi harus menjadi evaluasi seluruh pihak. Apalagi cabor-cabor tersebut termasuk cabor yang cukup banyak penggemarnya seperti sepakbola, basket dan futsal. Seharusnya, cabor yang sudah menjadi kegemaran bisa naik level menjadi cabor berprestasi. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *