Gebyak Reyog Serentak Sebagai Regenerasi dan Kaderisasi Seniman

By on August 13, 2019 at 5:27 pm 0 147 Views

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni saat melakukan monitoring di berbagai desa kemarin, Minggu (11/8/2019) mengatakan gebyak reyog serentak yang dilaksanakan bulan kemarin dan bulan ini sangat bagus. Selain melestarikan kesian juga sebagai sarana regenerasi dan kaderisasi semiman reyog baru untuk desa-desa yang kekurangan pemain.

Pasalnya desa-desa yang selama ini memiliki reyog tapi belum punya pemain, selama satu bulan ini melatih anak-anaknya menjadi jathil, bujang ganong, warok, dan pembarong. Sedangkan untuk desa-desa yang sudah memiliki reyog acara ini bisa sebagai saranan latihan rutin setiap bulannya.

“Gebyak reyog ini bisa menambah gairah desa-desa untuk kesenian reyog, selain itu acara ini juga sebagai bentuk regenerasi dan kaderisasi terhadap para pelaku seniman reyog, sehingga 2 tahun lagi kita tidak kekurangan stok pemain reyog” ungkap Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Selasa(13/8/2019).

Gebyak reyog serentak yang digelar tanggal 11 setiap bulannya di seluruh desa se-Kabupaten Ponorogo ini membuahkan hasil yang positif, salahsatunya seperti di Kecamatan Jambon. Pembarongnya baru satu bulan dilatih, bulan ini sudah bisa menampilkan performanya. Hal ini tak tepas dari latihan rutin dan menguasai teorinya.

“Seperti di Jambon kemarin, pembarongnya baru satu bulan dididik kemarin juga main, asal dilatih dengan benar dan tau teorinya bisa” imbuhnya.

Antusias masyarakat untuk menyaksikan gebyak reyog ini juga cukup tinggi, minimal 500 bahkan bisa sampai ribuan penonton. Seperti gebyak reyog yang digelar di Balai Desa Carat Kecamatan Kauman, Minggu (11/08/2019) kemarin disaksikan sekitar 2000 penonton.

“Masyarakat senang sekali, terlihat ditiap desa yang saya lewati penuh dengan penonton,” jelasnya

Sebagai informasi Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menjelaskan untuk bulan kemarin ada 18 desa yang tidak menggelar. 9 diantaranya dari Kecamatan Ngrayun.

“Bulan ini beberapa desa di Kecamatan Ngrayun sudah menggelar, seperti Desa Ngrayun, dan Desa Cepoko, bulan ini tak digelar serentak tanggal 11, ada yang mundur tanggal 17, untuk bulan ini saya menunggu laporan,” pungkasnya. (Kominfo/fdl)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *