Peserta Upacara HUT RI ke-74 di Ponorogo Ternyata dari Seluruh Nusantara

By on August 17, 2019 at 7:20 pm 0 170 Views

DETIK-DETIK Proklamasi yang diperingati tepat pukul 10.00 WIB di Aloon-Aloon Kabupaten Ponorogo, Sabtu (17/8/2019) sangat Indonesia. Peserta upacara peringatan waktu paling bersejarah bagi Indonesia ini dihadiri oleh warga dari Sabang sampai Merauke.

Pemandangan di kursi undangan pada Upacara Peringatan HUT ke-74 RI kali ini memang berbeda dari biasanya. Terlihat tetamu yang hadir mengenakan baju adat berbagai daerah. Mulai dari Minang, Bengkulu, Makassar, Manado, Jawa, Bali, Kalimantan dan daerah-daerah lain di Indonesia.

“Ya jadi memang untuk hari ini saya himbau agar upacara proklamasi kemerdekaan kita ini, para pejabat memakai baju daerah dari seluruh Nusantara,” ungkap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni sebagai inspektur upacara menerima penghormatan dari peserta upacara

Menurut Bupati Ipong, penggunaan baju daerah ini menjadi upaya untuk mengingat dan terus menyegarkan semangat bahwa Indonesia terdiri dari macam-macam perbedaan. Perwujudan yang paling terlihat adalah dari pakaian adatnya.

“Indonesia adalah kita, dan kita adalah Bhineka Tunggal Ika, Bhineka Tunggal Ika adalah kita. Ternyata hampir semua kepala dinas, pejabat eselon II dan kepala bagian semuanya mengenakan pakaian daerah meski mereka bukan berasal dari daerah yang bajunya sedang dikenakan,” tuturnya.

Bupati Ipong sendiri mengenakan baju ada Belitung. Bersama istrinya Sri Wahyuni, keduanya kompak memakai baju Belitung warna merah lengkap dengan asesoris seperti kalung dan mahkota.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dan istri saat menunggu dimulainya upacara Peringatan HUT RI ke-74 di Aloon-Aloon Ponorogo, Sabtu (17/8/2019)

“Saya pilih ini karena ya lebih ceria saja, lebih meriah. Hampir satu bulan ini mempersiapkannya,” kata Bupati Ipong.

Bupati Ipong dan istri pun menjadi perhatian tersendiri dari para peserta upacara. Hampir setiap langkah saat beranjak dari panggung inspektur upacara, keduanya menjadi rebutan warga untuk ber-wefie-ria. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *