Mahasiswa Papua Jadi Tamu VVIP Pembukaan Grebeg Suro Ponorogo

By on August 22, 2019 at 4:38 pm 0 1113 Views

PAPUA adalah Indonesia, Indonesia adalah Papua. Ponorogo adalah Indonesia, Indonesia adalah Ponorogo. Kita adalah Indonesia, Indonesia adalah Kita. Pesan damai dalam kebhinekaan inilah yang ingin disampaikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dengan mengundang para mahasiswa Papua di Ponorogo untuk menjadi tamu VVIP dalam Pembukaan Grebeg Suro 2019, Rabu (21/8/2019).

Bupati Ipong, jelang pembukaan Grebeg Suro 2019 di Panggung Utama Aloon-Aloon Ponorogo mengatakan, situasi nasional yang berkembang beberapa hari terakhir ini membutuhkan rajutan persaudaraan untuk mempererat tali persatuan di Republik Indonesia. Karenanya, secara khusus ia mengundang lima mahasiswa Papua di tiga perguruan tinggi di Ponorogo.

Seperti tamu VVIP lainnya, para warga Papua tersebut juga mengikuti perjamuan makan malam di Pringgitan atau Rumah Dinas Bupati Ponorogo. Juga beramah tamah dengan para pejabat dan tamu lain yang menghadiri Pembukaan Grebeg Suro Ponorogo 2019. Mereka juga mendapatkan tempat duduk tepat di belakang meja bundar Bupati dan Forkopimda Ponorogo lainnya.

“Kepada mereka, mahasiswa yang dari Papua, kita ingin menyampaikan bahwa pesan dari Ponorogo, bahwa Ponorogo welcome dan sangat senang mereka bisa kuliah dan tinggal di Ponorogo. Jangan pernah merasa minder. Kami, warga Ponorogo, adalah saudara kalian. Kami adalah Indonesia, Papua adalah Indonesia, Indonesia adalah kita. Kita adalah Indonesia,” ungkap Bupati Ipong disambut tepuk tangan para tamu dan warga Ponorogo yag menyaksikan acara.

Baharuddin Kasira, salah satu mahasiswa menyatakan, menjadi undangan VVIP di acara Grebeg Suro adalah pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya dan kawan-kawannya. “Kalau melihat beliau (Bupati Ipong) sudah sering. Tapi malam ini lain, saya rasa pertemuan ini lebih indah,” ujarnya.

Terkait kejadian di Manokwari, ia berharap tidak pernah terjadi lagi di masa mendatang. “Kejadian jangan sampai terulang. Semoga kita selalu mempertahankan bhineka tunggal ika,” tutur mahasiswa Pendidikan Agama Islam IAIN Ponorogo ini.

Sementara itu Kapolres Ponorogo AKBP Radiant menambahkan, dengan undangan dari Bupati Ipong kepada mahasiswa ini menunjukkan bahwa tidak ada diskriminasi dalam memperlakukan siapapun di Ponorogo dan di Indonesia. Ia juga menyatakan, polisi menjamin keamanan mereka selama tinggal di Ponorogo.

“Intinya bahwa kami menjaga dan melindungi mahasiswa Papua yang ada di Ponorogo, Jawa Timur ini,” tegasnya. (kominfo/dist/ris)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *