Pemkab Ponorogo Terus Perangi Masalah Stunting

By on November 4, 2019 at 10:13 pm 0 138 Views

Kabupaten Ponorogo dalam hal perangi masalah stunting terus digencarkan. Hari ini Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo menggelar pertemuan lintas sektor pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Ponorogo, bertempat di Aula Bappeda Litbang, Senin (4/11/2019).

Sambutan Kepala Dinas Kesehatan, Rahayu Kusdarini

Rahayu Kusdarini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo mengatakan angka stunting di Kabupaten Ponorogo dari tahun ketahun menurun. Menurut data dari dinas di tahun 2018 angka stunting mencapai 21,72 persen, sedangkan di tahun 2019 menurut data bulan timbang hingga bulan Agustus kemarin tercatat 17,8 persen dan pencapain tersebut sebenarnya sudah dibawah rata-rata WHO yang besarannya 20 persen.

“Capaian ini merupakan hasil komunikasi antar sektor yang telah mengambil perannya masing-masing dalam hal pencegahan dan penekanan terhadap angka stunting diwilayahnya,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni dalam sambutannya mengatakan hal utama untuk menekan angka stunting ialah pola hidup bersih dan sehat, serta pasokan gizi yang masuk kedalam tubuh terpenuhi. Oleh karena itu perlunya pertemuan lintas sektor seperti ini, untuk membahas terobosan-terobosan seperti apa yang nantinya akan menurunkan angka stunting di Ponorogo.

“Komunikasi ini sangat diperlukan untuk membahas masalah yang ada di wilayah masing-masing dalam hal mencegahan stunting,” ujarnya.

Bupati Ipong juga menjelaskan bahwasannya stunting harus kita lawan, pasalnya stunting itu merupakan kondisi gagal tumbuh bagi anak-anak karena adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan anak, dan stunting sendiri berdampak pada kecerdasan anak, rentan terhadap penyakit, dan mudah lelah.

”Stunting merupakan ancaman bagi generasi penerus kita, maka dari itu ayo kita cegah stunting dengan cara bersinergi, sehingga angka stunting di Ponorogo bisa menurun apalagi kalau bisa 0 persen,” pungkasnya. (Kominfo/fdl)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *