Paving Aloon-Aloon Ponorogo Diremajakan Untuk Percantik Wajah Kota

ALOON-ALOON Ponorogo terus ditata agar warganya semakin nyaman untuk menikmati suasana di ikon pusat kota tersebut. Kali ini dengan peremajaan paving yang ada di depan panggung utama sampai ke depan Paseban.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dna Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ponorogo Jamus Kunto Purnomo, Rabu (13/11/2019) mengatakan, pavingisasi ini menjadi langkah untuk terus memperbaiki wajah kota.

Pembongkaran paving di Aloon-Aloon Ponorogo oleh sejumlah pekerja, Rabu (13/11/2019). Paving di lokasi ini akan diganti dan ditata agar lebih baik dari sebelumnya.
Pembongkaran paving di Aloon-Aloon Ponorogo oleh sejumlah pekerja, Rabu (13/11/2019). Paving di lokasi ini akan diganti dan ditata agar lebih baik dari sebelumnya.

“Aloon-Aloon ini kan wajah kota ya, jadi memang luar biasa dan strategis perannya dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan masyarakat maupun pemerintah, baik yang berkelas daerah maupun berkelas nasional sehingga harus dibenahi. Selain memang sudah waktunya untuk pembenahan,” terang Jamus.

Untuk peremajaan ini, dananya mencapai Rp 600 juta. Pengerjaan dilaksanakan mulai pertengahan Oktober dan dijadwalkan selesai pada Desember mendatang. Sebelumnya, pembenahan paving Aloon-Aloon pernah dikerjakan pada 2017 lalu tapi hanya beberapa bagian yang ukurannya kecil- kecil.

Sedangkan untuk drainase di sekitar Aloon-Aloon Ponorogo baru akan diajukan pembenahannya pada 2020 mendatang. Titiknya adalah bagian selatan dan sebagian bagian timur.

“Untuk bagian barat dan timur sudah dibenahi pada 2015 atau 2016 lalu dengan dana dari Pemprov Jatim. Jadi 2020 melanjutkan perbaikan tersebut,” jelasnya. Dengan pavingisasi dan perbaikan drainase ini diharapkan tidak ada lagi banjir atau genangan berarti yang terjadi di Aloon-Aloon.

Sedangkan untuk panggung utama, diharapkan pembenahannya juga bisa segera dilakukan. Hal ini berkaca dari pelaksanaan berbagai kegiatan terkait Grebeg Suro 2019 lalu yang menggunakan panggung utama. Kondisi lantai, tangga dan beberapa bagian disebut Jamus membutuhan perbaikan agar lebih representatif bagi pengisi acara maupun penonton. (kominfo/dist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*