Bikin Pengaman Motor Berbasis KTP-el, Tiga Pelajar Ponorogo Dapat Penghargaan Bupati

By on January 20, 2020 0 514 Views

PRESTASI harus mendapat apresiasi. Inilah prinsip yang dianut Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni untuk capaian yang bisa diraih oleh anak-anak Ponorogo. Seperti penghargaan yang diberikan kepada 10 pelajar SMP Negeri 1 Jetis yang berhasil mengukir prestasi di berbagai lomba, termasuk lomba tingkat nasional.

Penghargaan kepada 10 pelajar SMP Negeri 1 Jetis ini diserahkan langsung oleh Bupati Ipong di hadapan para anggota DPRD Ponorogo, para Kepala OPD, dan Camat serta tamu lainnya usai rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ponorogo dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda Kabupaten Layak Anak di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Ponorogo, Senin (20/1/2020).Mereka dinilai mampu mengharumkan nama Ponorogo di percaturan kompetisi akademik di Indonesia.

“Yang seperti ini harus mendapat perhatian. Apalagi, ada prestasi mereka yang bukan hanya diakui secara nasional, tapi juga bisa membantu kepolisian dan kita semua untuk mencegah anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor karena itu yang selama ini menjadi keresahan kita semua,” ungkap Bupati Ipong.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat menyerahkan penghargaan kepada para siswa SMPN 1 Jetis yang meraih prestasi tingkat nasional usai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ponorogo dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda Kabupaten Layak Anak di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Ponorogo, Senin (20/1/2020).

Prestasi tersebut adalah medali emas Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2019 dengan karya berjudul Pengaman Sepeda Motor Berbasis SIM Berdasarkan Level Umur Berkendara. Karya ini adalah sebuah modifikasi dengan penambahan perangkat sepeda motor yang membuat sepeda motor hanya akan menyala bila sensor yang dipasang mendeteksi data dalam KTP-el. Dalam hal ini adalah usia calon pengendara.

Menurut Bupati Ipong, penemuan anak-anak SMPN 1 Jetis yang terdiri dari Andiyan Rahman Hafid, Vanky Agrinda Tama, dan Maulana Bintang Pratama, semuanya kelas VIII, ini bisa menjadi solusi selain langkah nyata Pemkab Ponorogo dalam menekan angka penggunaan sepeda motor oleh anak di bawah umur. Program tersebut adalah ACS atau Angkutan Cerdas Sekolah yang telah berjalan hampir tiga tahun terakhir.

“Waktu saya tahu kabar ini, saya merasa terharu, merasa bangga. Maka langsung saya hubungi Kepala Dinas Pendidikan agar bisa dilaksanakan pemberian penghargaan oleh Pemkab Ponorogo setelah acara rapat paripurna yang membahas Raperda Kabupaten Layak Anak. Hal ini untuk memotivasi dan menjadi contoh bagi anak-anak di seluruh Ponorogo,” kata Bupati Ipong.

Selain ketiga siswa ini, Bupati Ipong juga memberikan penghargaan kepada tujuh siswa berprestasi lainnya. Mereka adalah Else Windasari (kelas IX SMPN 1 Jetis), meraih medali emas Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional Airforce Fair 2020; Salsabila Dinis Oktavista, Nasywa Azizatuz Zahro, Meylani Putri Eka Wardani (kelas VII SMPN 1 Jetis) yang meraih medali perak OPSI 2019 dengan karya Sajadah Elektronik Penghitung dan Pengingat Rakaat Shalat Untuk Lansia; dan Muhammad Farid Alhasan, Hendri Dharma Setiawan, dan Hafizh Akmal Rabbani (kelas VIII SMPN 1 Jetis) yang meraih medali perunggu OPSI 2019 dengan karya Alat Peringatan Ketertiban Pengunjung Perpustakaan Menggunakan Kendali Mikrokontroler Berbasis Soundsensor. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *