Tetap Waspada Corona, Berprasangka Baik Kepada Allah dan Terus Berikhtiar Cegah Penularan

By on March 23, 2020 0 343 Views

VIRUS corona yang masih terus menyebar harus tetap diwaspadai sembari berprasangka baik kepada Allah atas keberadaan wabah ini dan tidak berhenti berikhtiar untuk mencegah penularannya. Hal inilah yang disampaikanBupati Ponorogo Ipong Muchlissoni usai melaksanakan Kegiatan Subuh Berjamaah di Masjid Daarul Muttaqin, Desa Sahang, Kecamatan Ngebel, Senin (23/3/2020).

Dikatakannya, virus corona yang bernama Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) ini berbahaya sebab penularannya sangat cepat. Virus ini bisa menempel di berbagai benda yang biasa disentuh oleh manusia.

“Namun Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa Allah bersama orang-orang yang berprasangka baik. Nah, virus corona juga makhluk Allah, bertasbih kepada Allah juga. Kalau kita berprasangka baik dan optimis tidak menempel dan menular ke kita, maka ya tidak akan menular kita ke kita,” ungkap Bupati Ipong.

Bupati Ipong saat menyapa jemaah masjid usai salatsubuh berjamaah

Bupati Ipong menerangkan, corona ini sesungguhnya sama dengan virus-virus lainnya semacam flu, seperti virus batuk pilek biasa tapi penyebarannya cepat sekali. Karena dia menular lewat sesama manusia. Corona juga bukan virus baru, sudah banyak variannya. Hanya saja yang saat ini bernama Covid-19. Ini hanya bisa menular pada manusia.

“Berbahaya karena cepat menyebar. Karenanya kita harus terus beryariat bahwa virus ini bisa kita kalahkan,” tuturnya.

Caranya dengan hdup bersih dan mencegah penularannya. Karena virus ini sering menempel, kata Bupati Ipong, maka di tangan harus sering cuci tangan. Menurutnya, para muslim adalah orang yang beruntung. Sebab dalam sehari, muslim yang baik akan cuci tangan setidaknya lima kali dalam sehari. “Apalagi kalau mau subuhan atau magrib, biasanya disertai mandi dulu, itu bersih dan sehat,” ulasnya.

Lalu beberapa ikhtiar dimasukkan dalam Instruksi Bupati Ponorogo nomor 01 tahun 2020. Di antaranya seluruh karpet di masjid-masjid di Ponorogo wajid digulung dulu dan lantai dipel dengan air dan sabun setiap hari. Ini mengingat masjid adalah tempat datangnya banyak orang yang tidak tahu asalnya dan kapan datangnya. “Dipel supaya aman dari virus,” kata Bupati Ipong,

Bupati Ipong saat beramah-tamah dengan jemaah usai salat subuh berjamaah

Ikhtiar lainnya adalah penutupan tempat wisata. “Saya minta maaf kepada masyarakat Ngebel khususnya. Alasannya, tempat wisata itu dikunjungi banyak orang yang tidak hanya dari Ponorogo tapi juga dari luar. Kalau Ponorogo insya Allah masih aman, tidak ada virus corona. Maka maka harus kita lindungi Pnorogo dari orang-orang luar yang datang, termasuk ke tempat wisata,” ujarnya.

Melaporkan tetangga, saudara atau orang lain yang baru saja tibda dari daerah terjangkit adalah upaya lain. Ini agar mereka yang dilaporkan isa mendapt tindakan yang tepat dari tenaga kesehatan dan tidak sampai menularkan virus corona kalau mungkin pernah bertemu dengan orang yang terinfeksi corona.

Dipaparkan pula, Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo juga sudah bergerak mengaktfikan Pos Siaga Covid-19 di enam pintu masuk Ponorogo. Ini untuk menyaring orang yang masuk ke Ponorogo. Caranya dengan deteksi suhu tubuh. Yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius akan ditangani secara khusus.
“Kalau dari luar Ponorogo ya kita minta kembali. Kemarin (Minggu, 22/3/2020) ada empat orang yang diminta kembali karena suhunya tinggi dan tidak turun-turun setelah beristirahat beberapa waktu di sana,” ujarnya.

Bahkan, Pemkab Ponorogo juga sudah membuat surat edaran yang menghimbau seluruh kegiatan yang mengumpulkan banya orang dibatalkan. Di antaranya adalah konser, dangdutan, wayangan sampai mantenan.

“Mantenan jangan disepelekan. Orang Ponorogo kalau mantu biasanya ngundang saudaranya dari luar kota, apalagi kalau besannya juga dari luar kota pasti banyak sekali orang luar kota yang datang. Nah, untuk melindungi kita semua maka hal-hal seperti itu kita larang,” terangnya.

Terkait Subuh Berjamaah yang masih dilaksanakan, Bupati Ipong menyatakan, hal ini karena dalam kegiatan ini tidak mendatangkan orang dari luar desa yang ditempati. Kalaupun ada, biasanya masih dari desa sekitar.

“Selain itu nabi pernah bersabda kalau suatu daerah sedang terjangkit wabah maka yang sehat makmurkanlah masjid. Apalagi memakmurkan masjid itu dengan cara subuh berjamaah. Masih kata Nabi, siapa saja yang mau subuh berjamaah, maka siangnya akan dijaga dari segala macam penyakit,” tukasnya. Sedangkan Tilik Desa dan Pengajian Akbar memang sudah dihentikan sementara. Pertimbangannya, pada acara itu ada peluang orang luar akan masuk. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *