10 Kasus Baru Covid-19 di Ponorogo, Bupati : Ini Peringatan Agar Lebih Disiplin Protokol Kesehatan

July 8, 2020 16:36 WIB 3350 Views

JUMLAH kasus covid-19 Kabupaten Ponorogo meningkat signifikan pada Rabu (8/7/2020). Sebanyak 10 pasien dinyatakan terkonfirmasi terinfeksi virus corona. Sebagian besar adalah santri dari Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo.

Hal ini disampaikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Rabu (8/7/2020) siang. “Menyusul temannya yang lebih dulu dinyatakan positif covid-19, hari ini 6 orang santri Ponpes Gontor 2 dinyatakan positif covid-19. Tiga lainnya hasil tracing pasien yang sudah positif sebelumnya. Satu lagi diketahui saat memeriksakan diri untuk bekerja di luar pulau,” ungkap Bupati Ipong.

Pasien positif dari Ponpes Gontor ini berasal dari berbagai daerah. Rinciannya, 2 orang dari Makassar (Sulawesi Selatan), 1 orang dari Manado (Sulawesi Utara), 1 orang dari Banjar (Kalimantan Selatan), 1 orang dari Ternate (Maluku Utara), dan 1 orang dari Gowa (Sulawesi Selatan)

Mereka datang ke Ponorogo sekitar tiga pekan lalu untuk melakukan ujian masuk pondok Gontor. Mereka telah melengkapi diri dengan surat keterangan kesehatan tapi tanpa disertai hasil rapid test. Saat pengumuman penerimaan, mereka dinyatakan diterima di Pondok Gontor Cabang Ternate.

“Untuk persyaratan perjalanan ke Ternate, pada 2 Juli lalu mereka melakukan pemeriksaan rapid test dan dinyatakan reaktif. Setelah dilakukan pemeriksaan PCR, hari ini dinyatakan positif. Selanjutnya mereka akan diisolasi di RSUD dr. Harjono,” jelasnya.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat diwawancara sejumlah wartawan beberapa waktu lalu.

Selain 6 kasus tersebut, terdapat juga 4 kasus tambahan positif lainnya. Mereka antara lain perempuan, usia 20 tahun, berasal dari Joresan (Mlarak). Dia adalah anak dari pasien konfirm nomor 46 yang sudah meninggal. Setelah ayahnya meninggal, Dinkes Kabupaten melakukan tracing terhadap kontak eratnya, dan hari ini anak perempuannya tersebut dinyatakan positif. Sementara 2 anggota keluarga yang lain hasil pemeriksaan PCR belum keluar.

Pasien berikutnya adalah seorang anak, perempuan usia 9 tahun. Anak ini adalah warga Kelurahan Patihan Kidul, Kecamatan Siman. Pasien ini adalah anak dari pasien nomor 49, bagian dari hasil tracing kasus Ronowijayan.

Pasien slanjutnya adalah seorang perempuan, usia 27 tahun, asal Desa Bedrug, Kecamatan Pulung. Pasien ini adalah petugas costumer service di Bandara Juanda Surabaya. Tiba di Ponorogo dua minggu lalu. Pada 3 Juli 2020 melakukan rapid test sebagai syarat kembali ke Surabaya dan didapatkan hasil reaktif. Hari ini keluar hasil PCR positif. Saat ini sedang dilakukan tracing kontak erat.

Terakhir, pasien yang diumumkan pada hari ini adalah perempuan usia 25 tahun, asal Desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo. Pasien ini melakukan pemeriksaan PCR atas permintaan sendiri untuk keperluan pergi ke Papua, dan hasilnya hari ini dinyatakan positif. Saat ini sedang dilakukan tracing kontak erat.

“Dengan kejadian ini, marilah kita semua mengambil pelajaran dan hikmah. Utamanya bagi pesantren- pesantren lain. Ternyata rapid test sangat penting untuk dilaksanakan sebagai screening atau deteksi awal status covid-19 dari masing-masing santri, ustadz ataupun penghuni pondok lainnya,” imbuh Bupati Ipong.

Surat keterangan sehat tanpa disertai rapid test tidak mampu menunjukkan terindikasi adanya infeksi covid-19 dalam tubuh seseorang. “Hampir semua penemuan kasus positif diawali dengan rapid test, jadi penting sekali rapid bagi siapapun yang datang dari zona merah. Terbukti juga dengan 80 persen yang terkonfirmasi positif di Ponorogo saat ini datang dari zona merah,” kata Bupati Ipong.

Bupati Ipong menegaskan, menerapkan protokol kesehatan harus menjadi budaya sehari-hari. Yaitu sering cuci tangan pakai sabun, pakai masker ketika berada di tempat umum dan berinteraksi dengan orang lain, dan jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain. Juga harus selalu meningkatkan imunitas tubuh dengan olahraga dan gembira serta berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Teruntuk masyarakat Ponorogo pada umumnya, tampaknya saat ini penambahan kasus semakin banyak. Rumah Sakit mulai penuh sehingga hari ini sudah ada pasien konfirm yang dipindahkan ke rumah karantina. Mari semakin waspada. Mari saling menjaga. Mari saling mengingatkan, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua. Aamiin YRA,” pungkasnya. (kominfo/dist)

Data kasus covid19 di Kabupaten Ponorogo per Rabu (8/7/hari ini :
Total = 66
Sembuh = 32
Isolasi RS = 29
Isolasi mandiri = 2
Meninggal = 3

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *