Curah Hujan di Januari Masih Tinggi, BPBD Ponorogo Imbau Masyarakat Waspada

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mengimbau masyarakat waspada dengan potensi bencana hidrometeorologi pada Januari 2021 ini. Sebab, saat ini curah hujan di Ponorogo dan sekitarnya masih cukup tinggi.

Kepala Bidang Kedaruratan Dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Setyo Budiono, Rabu (6/01/2021) mengatakan, saat ini curah hujan diperkirakan mencapai 30 persen sampai 40 persen di atas normal. Akibatnya, pada beberapa hari terakhir sempat terjadi luapan air dari sejumlah sungai meski belum menyebabkan banjir.

Salah satu petugas BPBD saat menyusuri salah satu wilayah yang tergenang di kawasan Kecamatan Ponorogo, Selasa (5/1/2021) malam.

“Luapan sempat terjadi di wilayah Kelurahan Purbosuman, lalu di Desa Brahu. Luapan. Di jalan sampai ketinggian 25 sentimeter kira-kira. Dan tidak lama, hanya sekitar dua jam ya pada Selasa (5/1/2021) malam lalu,” ungkap Budi.

Sebenarnya beberapa bulan lalu sudah ada sejumlah upaya yang dilakukan BPBD dan instansi terkait untuk menekan adanya luapan air dan potensi banjir. Mulai dari melakukan normalisasi sungai seperti Kali Gendol sampai pengangkatan rumpun bamboo di sekitar Kelurahan Purbosuman.

“Dan ini sudah mengurangi terjadinya luapan. Buktinya, waktu Selasa kemarin ada sejumlah wilayah di sekitar kota Ponorogo yang hujan dengan intensitas tinggi tapi tidak menyebabkan banjir. Hanya genangan sebentar saja,” ujar Budi.

Salah satu petugas BPBD saat memeriksa kondisi arus sungari di dekat Jembatan Paju, Selasa (5/1/2021) malam.

Dari pantauan, Sungai Gendol, Mancaan, dan Jabung memang arusnya meningkat. EWS di Sekayu juga sudah naik menuju angka 2,75, atau di atas rata-rata. Namun hal ini tidak sebesar beberapa waktu lalu sebelum ada normalisasi berupa pengerukan di beberapa tempat yang dipastikan menjadi penyebab luapan.

Diperkirakan, curah hujan yang tinggi masih akan terjadi hingga awal Februari mendatang, atau bahkan lebih. Karenanya, ia meminta warga yang tinggal di daerah yang rawan bencana untuk selalu waspada. Mereka bisa segera mengambil langkah evakuasi bila terjadi kondisi yang mengarah pada bencana, seperti misalnya hujan yang berkepanjangan atau terjadi pergerakan tanah.

“Mereka yang tinggal di dekat sungai, di perbukitan dengan kemiringan 30 derajat atau lebih, berada di bawah tebing dan sejenisnya harus benar-benar peka dan benar-benar waspada dengan kemungkinan terjadinya bencana,” katanya.

Pelatihan-pelatihan yang sudah dilaksanakan BPBD kepada para warga dan pemuda di daerah-daerah rawan bencana juga menjadi upaya untuk menekan adanya korban dan kerugian bila terjadi bencana. (kominfo/dist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*