PMK Masuk Ponorogo: Obati, Isolasi, Awasi Lalu Lintas Ternak dari Luar Daerah

PENYAKIT mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sapi menjadi ancaman cukup serius di Ponorogo. Langkah-langkah strategis disiapkan. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo sengaja menggelar rakor dengan dinas dan instansi terkait di ruang rapat Graha Krida Praja lantai 2, Jumat (3/6/2022).

Kepala Dispertahankan Ponorogo Masun menegaskan bahwa isolasi ketat terhadap ternak dengan indikasi klinis PMK tak lagi dapat ditawar. Penyakit yang disebabkan virus itu menyerang hewan berkuku genap dan berkaki empat. Masun sempat mengungkap data jumlah sapi bergejala klinis terjangkit PMK berbanding populasinya yang mencapai 90 ribu ekor lebih.

‘’Kami sudah lakukan pengobatan terhadap hewan dengan gejala klinis PMK sesuai hasil uji laboratorium,’’ kata Masun.

Para audiens ketika mendengarkan presentasi dari Dispertahankan terkait penanganan PMK, Jumat (3/5/2022).

Pihaknya juga mensyaratkan adanya pengawasan ketat lalu lintas ternak dari luar daerah. Virus PMK diduga masuk ke Ponorogo terbawa ternak dari Boyolali dan Magetan. Penyemprotan kandang dengan disinfektan juga cukup efektif menangkal penularan.

‘’Sambil menunggu kesiapan vaksinasi,’’ jelasnya.

Menurut dia, peternak merugi akibat berjangkitnya PMK. Di Kecamatan Pudak, misalnya, susu perah terpaksa dibuang karena terkena residu dari antibiotik yang diobatkan ke sapi. Masun khawatir muncul sentimen di antara para peternak karena tudingan telah menyebarkan PMK.

‘’Dampak seriusnya memang ke para peternak,’’ terang Masun.

Pihaknya kini menggencarkan sosialisasi bersamaan melakukan deteksi dini hewan-hewan yang bergejala terserang PMK. Upaya lainnya berupa mengisolasi semua benda yang bersentuhan langsung dengan hewan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku itu. Meskipun penyakit pada hewan ini tidak menular ke manusia. (kominfo/fad/hw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*