Teken MoA dengan Diskominfo, Fakultas Teknik UMPO Ikut Kawal Program Internet Masuk RT

KESEPAKATAN didapat Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) dan Statistik Ponorogo dengan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO). Antara perangkat daerah dan divisi di perguruan tinggi itu bakal segendang sepenarian dalam mendorong terwujudnya perubahan pola komunikasi masyarakat dari konvensional yang beralih ke digital.

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo Bambang Suhendro membaca peluang percepatan perubahan itu tatkala Fakultas Teknik UMPO melepas 188 mahasiswanya untuk menjalani kuliah kerja nyata tematik (KKNT). Daerah yang menjadi sasaran adalah desa tertinggal, terdepan, dan desa terluar. ‘’Salah satu fungsi mahasiswa adalah agent of change untuk menggerakkan perubahan ke arah lebih baik,’’ kata Bambang saat memberangkatkan para mahasiswa yang hendak melaksanakan KKNT itu di halaman Plaza Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Senin (19/12/2022).

KESEPAKATAN: Kepala Diskominfo dan Statistik Ponorogo Bambang Suhendro (kiri) menandatangani memorandum of agreement (MoA) dengan Dekan Fakultas Teknik UMPO Edy Kurniawan, Senin (19/12/2022).

Menurut dia, jalinan kerja sama antara perangkat daerah di lingkup Pemkab Ponorogo dan lembaga perguruan tinggi bakal berdampak positif terhadap laju pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. Bambang sudah meneken memorandum of agreement (MoA) dengan Dekan Fakultas Teknik UMPO Edy Kurniawan. ‘’Kita akan menjalin kerja sama lagi dengan perguruan tinggi lainnya untuk membangun Ponorogo Hebat,’’ terang pelantun lagu Bingget itu.

Bersamaan itu, Edy Kurniawan berharap mahasiswanya mampu mengimplementasikan teori dari kampus untuk membantu masyarakat dalam memanfaatkan perkembangan dan kemajuan teknologi. Mereka bakal ikut menyokong program Internet Ponorogo Masuk RT (Inpomase) dengan leading sector Dinas Kominfo dan Statistik. ‘’Melalui kuliah kerja nyata tematik, mahasiswa akan mendampingi masyarakat memanfaatkan fasilitas jaringan internet yang tersedia,’’ terang Edy.

Tanpa kecuali, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ingin memasarkan produk melalui platform belanja online. Ketersediaan jaringan internet di seluruh pelosok kampung itu juga berkaitan erat dengan program Smart City Ponorogo. ‘’Menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa dalam mengemban fungsi dan peran sebagai agen perubahan,’’ ungkap Edy yang magister teknik itu. (kominfo/win/hw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*