Bupati Sugiri Tandai Pendirian Madrasah di PP Chasanul Hidayah yang Seumuran dengan Tebuireng
PONDOK Pesantren (PP) Chasanul Hidayah menahbiskan diri sebagai pesantren khalafiyah. Yakni, melakukan pendekatan modern dengan mendirikan satuan pendidikan formal berupa madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA). Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang meletakkan batu pertama pembangunan gedung MTs dan MA milik PP Chasanul Hidayah di Desa Bajang Kecamatan Balong yang notabene kampung halaman Susilowati, istrinya.
Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko—merasa menjadi saksi sejarah syiar Islam di Ponorogo karena Kiai Haji (KH) Hasan Hidayat, pendiri PP Chasanul Hidayah, adalah teman mondok KH Hasyim Asy’ari, pendiri Pondok Pesantren Tebuireng. KH Hasan Hidayat dengan pendiri sekaligus Rais Akbar Nahdlatul Ulama itu sama-sama menimba ilmu selama 24 tahun dari Syaikhona Kholil, ulama masyhur di Bangkalan, Madura. ‘’Pondok Chasanul Hidayah seumuran dengan Tebuireng,’’ kata Kang Bupati, Minggu (10/3/2024).

SAKSI SEJARAH : Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meletakkan batu pertama pembangunan gedung MTs dan MA Chasanul Hidayah di Desa Bajang, Balong, Minggu (10/3/224).
Kang Bupati mendukung pendirian satuan pendidikan formal berbentuk madrasah di pondok pesantren seiring penguatan predikat Ponorogo sebagai Kota Santri. Apalagi, Pemkab Ponorogo juga tengah getol membentuk SD dan SMP serasa madrasah melalui program tahfidz (menghafal) Al-Qur’an. ‘’Kelak tidak ada lagi anak-anak yang lahir di Ponorogo tidak bisa mengaji,’’ terang Kang Bupati.
Berdirinya madrasah bersamaan berjalannya program tahfidz akan menjaga kualitas generasi yang memiliki sumber daya manusia (SDM) unggul dan berakhlak mulia. Sokongan datang dari berbagai pihak untuk pembangunan gedung MTs dan MA di PP Chasanul Hidayah yang kini dikelola KH Ma’ruf Muhtar, cucu KH Hasan Hidayat. ‘’Semoga dapat cepat berdiri sehingga tahun ajaran baru sudah menerima murid,’’ ungkapnya.

Sementara itu, KH Fatchul Azis, ketua panitia pembangunan gedung MTs dan MA Chasanul Hidayah, mengatakan bahwa pondok pesantren harus merespon perkembangan zaman. Pondok khalafiyah sejatinya merupakan pengembangan dari pesantren salafiyah. Tujuannya membantu santri agar mampu memiliki keterampilan intelektual muslim. ‘’Tidak hanya mendapatkan pendidikan agama, tapi ada tambahan materi kurikulum silabus yang sesuai dengan tuntutan zaman,’’ kata Yai Azis yang juga Ketua Tanfidziyah PCNU Ponorogo itu.(kominfo/win)