Bupati Sugiri dan Ali Mufthi Baca Utuh Ponorogo dari Sudut Pandang Kepemimpinan

SAMA-SAMA kenyang pengalaman di panggung politik, membuat Bupati Sugiri Sancoko dan anggota Komisi V DPR RI Ali Mufthi memiliki sudut pandang lebih utuh tentang Ponorogo. Keduanya duduk semeja dalam talk show (gelar wicara) bertemakan “Membaca Ponorogo dari Perspektif Kepemimpinan” dengan mengambil background keindahan air mancur menari di Telaga Ngebel, Kamis (13/6/2024) petang. 

FOTO : ERWIN SUGANDA/KOMINFO PONOROGO
SUDUT PANDANG : Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko satu meja bersama Anggota Komisi V DPR RI Ali Mufthi dalam talk show di dermaga Telaga Ngebel, Kamis (13/6/2024). 

Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– yang notabene pernah mengetuai Komisi C dan Komisi E DPRD Jawa Timur (2009-2015) mengungkap strategi melakukan percepatan pembangunan di Ponorogo. Situasi sedang sulit sewaktu dia dilantik menjadi bupati karena Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19. “Harus kita jawab bersama dengan berinovasi dan kerja serentak, mulai dari pusat dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” kata Kang Bupati. 

Di depan para camat dan kepala desa di Kecamatan Ngebel, Pudak, Sooko, Sawoo, serta Kecamatan Pulung, Kang Bupati mengenang tatkala dana desa (DD) dan kekuatan APBD terkuras untuk penanganan pandemi sekitar tiga tahun lalu. “Situasinya tidak menguntungkan secara fiskal atau kekuatan keuangan. Hari ini tidak boleh ada kepala desa yang teriak-teriak kalau masih ada jalan rusak, mari bersama-sama berpikir tentang memajukan Ponorogo,” terangnya. 

Kang Bupati menjelaskan pentingnya bekerja sama dengan semua pihak. Sebab, memajukan Ponorogo tidak dapat semata mengandalkan  sektor pertanian. “Maka dari itu, saya menggandeng Pak Ali Mufthi. Kalau secara nasab geopolitik,  tidak pernah bertemu karena berbeda partai. Tapi kami tetap bersahabat dalam keadaan apapun untuk pembangunan Ponorogo,” jelas Kang Bupati. 

Anggota Komisi V DPR RI Ali Mufthi selama ini mengusung program stimulan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH),  pembangunan sejumlah jembatan gantung, perbaikan sanitasi, dan program Kota Tanpa Kumuh (KoTaKu). Mantan ketua DPRD Ponorogo (2014-2019) itu juga menginisiasi pembangunan beberapa jalan poros menuju objek wisata. “Atas usulan bupati, perlu program berkelanjutan untuk menuntaskan persoalan pembangunan yang belum teratasi,” tegasnya. 

Menurut Ali Mufthi, problematika yang terjadi di sejumlah daerah akibat program yang terputus. Pemimpin daerah yang baru enggan melanjutkan program pembangunan pendahulunya. “Analoginya kalau berhitung mulai satu sampai sepuluh harus selesai, jangan berhenti di angka lima,” ungkapnya. 

Dia mengibaratkan pergantian pemimpin daerah seolah memulai lagi berhitung dari angka satu. Dia menawarkan keberlanjutan program pembangunan yang sudah berjalan dalam rel yang baik selama ini. “Memulai berhitung dari angka satu lagi atau terus melanjutkan sampai selesai di angka sepuluh,” tanya balik Ali Mufthi sembari menyambungkan hasil survei bahwa 82 persen responden di Ponorogo tidak percaya mitos bupati selalu satu periode. (tim kominfo)