KNPI Ponorogo Aktif Lagi, Bupati Sugiri Ibaratkan Menunggu Lama Ibu Pulang dari Pasar
MUSYAWARAH daerah (musda) bersifat luar biasa harus digelar setelah kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Ponorogo vakum dalam hitungan tahun.

Wakil Ketua DPD KNPI Jawa Timur Basori bertindak selaku karteker saat memimpin Musda Luar Biasa (Musdalub) KNPI Ponorogo yang berlangsung di aula Bappeda, Minggu, (23/6/2024).
Sebanyak 13 organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Ponorogo mengirimkan perwakilannya dalam musdalub itu. Alfanda Qoid Khusnul Saifudin dari Pemuda Muhammadiyah akhirnya terpilih sebagai ketua DPD KNPI Ponorogo.
Bupati Ponorogo Sugiri saat membuka musdalub mengibaratkan menanti kebangkitan KNPI seperti anak menunggu ibunya datang dari belanja ke pasar. Apalagi, KNPI yang lahir 23 Juli 1973 adalah wadah organisasi kepemudaan di Indonesia. “Sudah lama ditunggu kok tidak datang-datang,” kata Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko.
Padahal, menurut Kang Bupati, KNPI sebagai wadah ormas kepemudaan memiliki tantangan berat di masa depan. Yakni, gempuran artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang memungkinkan teknologi mampu menggantikan peran manusia dalam penyelesaian tugas sehingga menggerus lapangan kerja.

“Berkurangnya lapangan kerja dampak AI akan menjadi tantangan bersama,” terangnya. Kang Bupati berharap KNPI bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menghadapi problem ketenagakerjaan itu.
Setelah aktif kembali, KNPI bakal menjadi rumah bagi seluruh ormas kepemudaan di Ponorogo. “Untuk menyamakan langkah berkontribusi dalam pembangunan daerah,” jelasnya. (tim kominfo)