Safari Ziarah Makam Leluhur Awali Bedhol Pusaka Pra-Kirab Grebeg Suro
BUPATI Ponorogo Sugiri Sancoko bersama rombongan melakoni jadwal padat saat bersafari ziarah makam leluhur, Kamis (4/7/2024). Ada lima lokasi makam yang diziarahi Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ponorogo dan sejumlah kepala dinas itu.

KENANG JASA : Rombongan Forkopimda melaksanakan ziarah makam leluhur dalam rangkaian upacara Grebeg Suro 2024.
Makam Batoro Katong di Desa Setono Kecamatan Jenangan yang kali pertama dituju. Batoro Katong yang memiliki nama asli Lembu Kanigoro dan putra Prabu Brawijaya V itu adalah pendiri Kabupaten Ponorogo sekaligus adipati pertama. “Kewajiban generasi penerus untuk selalu mengenang jasa para pendahulu,” kata Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– di sela-sela ziarah.
Ziarah berlanjut ke makam KRMA Mertonegoro di Desa Tajug Kecamatan Siman. Mertonegoro tercatat sebagai bupati Ponorogo ke-13 (setelah Batoro Katong) yang menggagas perpindahan pusat pemerintahan dari Kota Lama ke Kota Baru. Selepas dari Tajug, rombongan Kang Bupati menuju makam Raden Mas Tumenggung Tjokronegoro I (bupati Ponorogo ke-15) di Kelurahan Kauman yangmasih keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari, pendiri Tegalsari, pesantren yang melahirkan sejumlah ulama pendiri pesantren ternama di belahan Nusantara. ”Ponorogo berdiri berkat jasa para almarhum, kita harus meneruskan cita-cita eluhur,” terang Kang Bupati.
Ziarah juga berlangsung di Astana Srandil di Desa Srandil Kecamatan Jambon, tempat RM Mertokusumo (patih Kabupaten Polorejo) dimakamkan. Paling akhir, Kang Bupati beserta rombongan berziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wira Patria Paranti. “Mudah-mudahan para leluhur kita diampuni dosanya dan ditempatkan di surganya Allah,” ungkap Kang Bupati.

Setiap kali berziarah, rombongan selalu memanjatkan doa dan menaburkan bunga di pusara. Panitia besar Grebeg Suro sudah menunjuk imam doa di masing-masing makam. “Juga mendoakan Ponorogo tata tentrem kerta raharja (tertib, tentram, serta sejahtera, dan berkecukupan dalam segala hal),” imbuh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi.
Menurut dia, safari ziarah makam ikut mengawali rangkaian upacara di Grebeg Suro yang berlanjut dengan bedol tiga pusaka dari Pringgitan (rumah dinas bupati Ponorogo) untuk diarak ke area makam Batoro Katong. Tombak Kyai Tunggul Naga, Angkin Cinde Puspita, dan Payung Kyai Tunggul Wulung diinapkan semalam sebelum dikirab pulang ke Pringgitan menjelang datangnya 1 Muharram. (tim kominfo)