Kasdam V Brawijaya Sambut Baik Rencana Bupati Sugiri Bangun Embung
PEKERJAAN selalu beres jika Tentara Nasional Indonesia (TNI) turun tangan. Pembangunan 17 titik jalan dan empat talud di Desa Selur, Ngrayun, Ponorogo, kelar dalam waktu satu bulan bersamaan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-121. Kepala Staf Kodam (Kasdam) V Brawijaya Brigjen Endro Satoto yang menutup TMMD di Desa Selur itu, Kamis (22/8/2024).

KOMPAK : Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bersama Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Endro Satoto dan Kepala Kodim 0802 Ponorogo Letkol Inf Dwi Soerjono.
Endro Satoto mengungkapkan, pelaksanaan TMMD bertujuan mempercepat pembangunan di daerah. Desa Selur menjadi pilihan lokasi TMMD karena jauh dari pusat kota, terpencil, dan berada di perbatasan dengan wilayah Kabupaten Trenggalek. “Harapannya kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” katanya.
Jenderal TNI bintang satu itu menyambut baik rencana Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko membangun embung. Apalagi, fokus TMMD ke depan adalah memperkuat ketahanan pangan. Di antaranya, membangun saluran irigasi dan pipanisasi untuk mengairi lahan pertanian. “Supaya ketahanan pangan di Jawa Timur tetap terjaga,” jelasnya.
Pembangunan embung juga bukan hal yang mustahil. TMMD di Desa Selur melibatkan sebanyak 150 prajurit TNI dan sekitar 250 komponen masyarakat. Tersedia anggaran senilai Rp 1,388 miliar untuk merabat jalan di 13 titik, pembangunan talud empat titik, makadam jalan tiga titik, serta satu titik pelebaran jalan. “Dalam satu tahun anggaran, kita selenggarakan TMMD empat kali,” terang Endro Satoto.

Sementara itu, Bupati Sugiri Sancoko berharap mampu merealisasikan pembangunan embung melalui program TMMD. Dengan begitu, luasan lahan sawah akan bertambah bersamaan peningkatan produktivitas hasil pertanian. “Sudah kita koordinasikan, kelihatannya cocok dengan program TMMD ke depan yang fokus memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya. (tim kominfo)