Setelah Lomba Gerak Jalan Bakal Disusul Lomba Juang Susuri Rute Gerilya Jenderal Sudirman

PESERTA lomba gerak jalan selalu dibekali pengetahuan tentang peraturan baris berbaris (PBB). Lembaga pendidikan tingkat SD/SMP/SMA sederajat di Ponorogo antusias mengikuti lomba gerak jalan yang berlangsung tiga hari mulai Senin (26/8/2024) sesuai jenjang sekolah. 

FOTO: MEYLAN/KOMINFO PONOROGO

Tak urung, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi merasa lega karena tidak akan kesulitan mencari anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). “Lomba gerak jalan dan Paskibraka selalu berkaitan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI (Republik Indonesia),” kata Judha saat mendampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memberangkatkan peserta lomba gerak jalan tingkat SMA sederajat, Rabu (28/8/2024). 

Judha merencanakan perlombaan gerak jalan yang lebih menantang tahun depan. Yakni, lomba juang menyusuri rute gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman. Muncul kerisauan karena penunjuk rute perang gerilya melawan agresi militer Belanda jilid II itu mulai hilang jejaknya. “Perang gerilya ini memiliki sejarah penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan,” terangnya. 

Sementara itu, Bupati Sugiri Sancoko menegaskan bahwa tugas generasi ke generasi di Indonesia adalah mengisi kemerdekaan. Substansi menghargai jasa pahlawan adalah mewarisi dan melanjutkan semangat perjuangan mereka yang rela berkorban. “Menghargai jasa pahlawan itu tidak hanya sekadar hormat. Peringatan hari ulang tahun kemerdekaan yang salah satunya dengan lomba gerak jalan  merupakan ikhtiar untuk membangun karakter kebangsaan,” jelasnya. 

Lomba gerak jalan antar pelajar se-Kabupaten Ponorogo diikuti oleh 42 peserta tingkat SD/MI, 64 peserta SMP/MTs, dan 30 peserta SMA/SMK/MA. (tim kominfo)