PMI, BPBD, Dinsos, Pramuka Turun Tangan Pasok Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

UPAYA mengatasi kekeringan di Ponorogo melibatkan sejumlah unsur. Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo sengaja menggandeng Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial, TRC Pusdalops BPBD, dan Brigadir Penolong (BP) 1302 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka setempat untuk memasok kebutuhan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan.

FOTO: MEYLAN/KOMINFO PONOROGO

“PMI yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan merasa terpanggil ketika ada ratusan kepala keluarga mengalami kesulitan air bersih,” kata Ketua PMI Ponorogo Luhur Karsanto.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang memberangkatkan empat armada truk tangki berisi air bersih ke daerah terdampak kekeringan itu, Kamis (6/9/2024). Pun, Luhur menyadari sumbangsih PMI belum dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan warga yang tempat tinggalnya mengalami kekeringan. “Kami berupaya mengambil peran membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan di dialami masyarakat,” ungkap Luhur.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Masun berhitung bahwa pemenuhan ideal kebutuhan air bersih setiap orang adalah 60 liter per hari. Kondisi sekarang ini terdapat 619 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang berada di 9 dukuh dari 7 desa dan menyebar di 4 kecamatan. “Perlu kerja sama dari semua pihak untuk mengatasi kekeringan. Solusi kedaruratannya adalah droping air bersih sesuai kebutuhan,” terang Masun.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sugiri Sancoko menyebut ada problem keseimbangan lingkungan yang juga butuh penanganan bersama. “Hujan sebentar muncul banjir, kalau kemarau berdampak kekeringan. Dalam membangun itu butuh ilmu, butuh konsistensi, butuh kebersamaan, dan butuh kesadaran serentak untuk menyelesaikan persoalan,” tegasnya. (tim kominfo)