Angka Anak Tidak Sekolah di Ponorogo Turun Nyaris Separo, Ratusan Lulus Pendidikan Kesetaraan

KONSISTENSI Pemkab Ponorogo melalui Dinas Pendidikan dalam mengentaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) membuahkan hasil. Angka ATS yang semula mencapai 4.796 anak turun nyaris separo 2.290 yang terverifikasi dan 1.530 di antara mereka bersekolah lagi. Bahkan, Tahun ajaran 2023/2024 tercatat 440 anak sudah lulus pendidikan kesetaraan.

FOTO: DOKUMEN DINDIK PONOROGO

“Klasifikasi ATS itu mulai belum pernah merasakan sekolah, putus sekolah, atau tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Jumat (25/10/2024). 

Menurut dia, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur memberi perhatian khusus atas penurunan drastis angka ATS di Ponorogo. Ada peran Penilik sekolah yang menelusuri, mengidentifikasi, hingga mendatangi langsung alamat ATS. “Serta memotivasi agar bersedia ikut pendidikan kesetaraan melalui program kejar (kelompok belajar) paket A, paket B, paket C,” terang Nurhadi. 

Sementara itu, Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal di Dindik Ponorogo RR.Yeni Widiastuti mengungkapkan bahwa terdapat beragam alasan yang menyebabkan anak tidak bersekolah. Di antaranya,  tidak minat bersekolah, tidak ada biaya, jarak sekolah jauh dari rumah, dan sudah cukup dengan tingkat pendidikan yang dijalani selama ini.

“Karena menikah, pernah mengalami kekerasan atau perundungan saat sekolah, bekerja, tidak memiliki akta kelahiran, dan masalah kesehatan juga menjadi alasan untuk tidak sekolah,” ungkapnya. 

Masih kata RR. Yeni Widiastuti, sumber Pendanaan Pendidikan Kesetaraan ini berasal dari  BOP Kesetaraan (usia < 21 tahun) dan  kepedulian Pemerintah Daerah dengan dialokasikan melalui APBD ( usia > 21 tahun)  “Harapannya mereka dapat menuntaskan pendidikan 13 tahun secara gratis. Otomatis Rata-rata lama sekolah akan berdampak pada kenaikan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Ponorogo,” ujarnya. 

Angka ATS di setiap daerah selama ini tercatat pada Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementdrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. (tim kominfo)